Baru Mencoba Adobe Contributor, Ternyata Tidak Semudah yang Kukira

 




Aku termasuk orang yang suka memotret hal-hal random.


Kadang makanan, barang yang ada di rumah, suasana di sekitar, atau sesuatu yang menurutku menarik ketika melihatnya. Tidak selalu ada tujuan khusus ketika mengambil foto. Kadang cuma karena merasa, “Eh, bagus juga kalau difoto.”


Lama-lama, foto di galeri HP tentu semakin banyak.


Ada yang akhirnya dipakai, ada yang dikirim ke orang lain, dan ada juga yang cuma tersimpan begitu saja.


Sampai suatu saat aku berpikir, daripada foto-foto itu hanya memenuhi galeri, kenapa tidak mencoba mencari tahu apakah ada yang bisa dijadikan stock photo?


Dari situlah aku mulai tertarik dengan Adobe Contributor.


Aku masih benar-benar baru di sini. Jadi tulisan ini bukan tutorial atau cerita tentang bagaimana aku sudah berhasil mendapatkan banyak uang dari foto. Aku justru masih dalam tahap mencoba dan belajar.


Dan ternyata, untuk memulainya saja tidak sesederhana yang kubayangkan. 😆


Tiga Hari Cuma Gara-Gara Verifikasi Nomor HP


Pengalaman pertamaku dimulai ketika mencoba membuat akun.


Aku pikir prosesnya akan cepat. Tinggal daftar, verifikasi nomor HP, lalu selesai.


Ternyata tidak.


Aku mengalami kendala saat melakukan verifikasi nomor HP. Sudah mencoba beberapa kali, tetapi tetap tidak berhasil.


Sampai akhirnya kurang lebih tiga hari aku masih belum bisa melewati tahap tersebut.


Karena ingin tetap mencoba, akhirnya aku membuat akun baru menggunakan email yang berbeda dan no hp berbeda untuk melakukan pendaftaran.


Dan kali ini berhasil.


Rasanya lega juga setelah beberapa hari berkutat dengan masalah verifikasi. 😂


Dari situ aku baru sadar bahwa ternyata menjadi contributor tidak selalu dimulai dengan langkah yang mulus.


Setelah Akun Jadi, Masih Ada yang Harus Diselesaikan


Setelah berhasil membuat akun, aku belum bisa langsung mengirim foto begitu saja.


Masih ada beberapa informasi yang harus dilengkapi terlebih dahulu, termasuk informasi pajak atau tax information sesuai persyaratan yang diberikan.


Setelah bagian tersebut selesai, barulah aku bisa mulai mengirim foto dan video.


Jadi ternyata bukan sekadar membuat akun lalu langsung memasukkan semua foto yang ada di galeri.


Ada beberapa tahap yang harus dilewati.


Buatku yang masih belajar, proses ini lumayan memberikan pengalaman baru.


Foto yang Dikirim Tidak Langsung Disetujui


Nah, ini juga sesuatu yang baru aku ketahui.


Setelah kita mengirim foto atau video, karya tersebut tidak otomatis langsung diterima.


Ada proses review terlebih dahulu.


Dari informasi yang aku dapatkan, proses peninjauan bisa membutuhkan waktu sekitar delapan minggu, meskipun waktu sebenarnya bisa berbeda-beda tergantung kondisi akun dan proses pemeriksaannya.


Apalagi aku masih termasuk contributor baru.


Jadi sekarang aku memang masih dalam tahap menunggu sekaligus belajar.


Aku juga tidak berharap semua foto yang kukirim akan langsung diterima.


Kalau ada yang ditolak, mungkin memang ada sesuatu yang perlu ku pelajari lagi.


Ternyata Foto dan Video Juga Punya Syarat


Sebelumnya aku sempat berpikir sederhana.


Kalau punya foto bagus, tinggal upload.


Ternyata tidak begitu.


Ada persyaratan tertentu yang harus diperhatikan ketika ingin mengirim foto maupun video sebagai stock.


Jadi sekarang aku mulai lebih memperhatikan foto yang ingin kukirim.


Bukan hanya apakah fotonya terlihat bagus menurutku, tetapi juga apakah kualitas dan kondisi fotonya memang sesuai dengan persyaratan yang berlaku.


Hal-hal seperti ini sebelumnya tidak terlalu kupikirkan ketika hanya memotret untuk koleksi pribadi.


Kalau sekadar memotret makanan atau suasana rumah, mungkin aku hanya berpikir apakah hasilnya bagus atau tidak.


Sekarang aku mulai belajar melihat foto dari sudut pandang yang berbeda.


Kenapa Aku Tertarik Mencobanya?


Alasanku sebenarnya sederhana.


Aku suka foto-foto random.


Kadang aku melihat sesuatu yang menarik lalu langsung ingin memotretnya.


Bisa makanan.


Bisa barang rumah tangga.


Bisa suasana tertentu.


Bisa juga sesuatu yang sebenarnya sederhana, tetapi menurutku memiliki tampilan yang menarik.


Masalahnya, setelah itu foto-foto tersebut sering kali hanya tersimpan di galeri.


Jadi ketika mengetahui bahwa ada platform stock yang memungkinkan foto digunakan oleh orang lain dan contributor bisa mendapatkan penghasilan ketika karyanya dilisensikan, aku merasa penasaran untuk mencoba.


Bukan berarti aku menganggap semua foto di galeri bisa menghasilkan uang.


Justru aku sekarang mulai memahami bahwa foto stock juga memiliki persyaratan dan persaingan tersendiri.


Aku Tidak Menganggap Ini Cara Cepat Mendapatkan Uang


Aku ingin mengatakan ini dari awal karena aku sendiri masih baru.


Aku belum tahu berapa lama sampai foto pertamaku diterima.


Aku juga belum tahu kapan atau apakah nantinya ada orang yang akan membeli salah satu fotoku.


Jadi aku tidak mau menulis seolah-olah Adobe Contributor adalah cara mudah untuk mendapatkan uang.


Menurutku, tetap membutuhkan usaha.


Kita harus memiliki karya yang layak, memahami persyaratan, belajar memilih foto, menulis judul dan keyword yang sesuai, kemudian menunggu proses review.


Dan setelah diterima pun belum tentu langsung ada yang membeli.


Jadi aku melihatnya lebih sebagai peluang tambahan dari sesuatu yang memang sudah aku sukai, bukan sebagai cara cepat mendapatkan penghasilan.


Sekarang Aku Masih Belajar


Aku masih belajar banyak hal.


Aku mulai belajar bahwa foto yang menurutku bagus belum tentu menjadi foto yang paling cocok untuk stock.


Aku juga masih belajar mengenai pemilihan foto, kualitas, keyword, judul, serta berbagai persyaratan lainnya.


Mungkin nanti aku akan melakukan kesalahan.


Mungkin ada foto yang ditolak.


Mungkin juga ada foto yang ternyata diterima.


Aku belum tahu.


Tapi menurutku tidak ada salahnya mencoba.


Setidaknya sekarang aku tidak hanya memotret lalu membiarkan semuanya menumpuk di galeri.


Aku mulai melihat foto-foto itu dari sudut pandang yang berbeda.


Dari Hobi Memotret, Siapa Tahu Jadi Peluang


Aku tidak tahu akan sejauh apa perjalanan ini.


Mungkin nanti aku hanya mengunggah beberapa foto sesekali.


Mungkin aku malah semakin tertarik dan mulai belajar fotografi stock dengan lebih serius.


Atau mungkin ternyata hasilnya tidak seperti yang kubayangkan.


Tidak masalah.


Untuk sekarang aku masih ingin menikmati prosesnya.


Aku suka memotret, jadi rasanya menyenangkan mencoba mencari tahu apakah hobi sederhana ini bisa memberikan peluang lain.


Kalau suatu hari nanti ada seseorang yang membeli salah satu foto yang awalnya hanya kupotret secara random, tentu aku akan senang sekali.


Tapi untuk sekarang, aku tidak ingin terlalu memikirkan hasil akhirnya.


Aku masih belajar.


Baru mulai membuat akun, baru melewati proses verifikasi, baru menyelesaikan informasi yang diperlukan, dan baru mulai mengirim beberapa foto.


Masih panjang prosesnya.


Dan mungkin justru bagian paling menarik adalah melihat apa yang akan terjadi setelah ini.


Siapa tahu, foto-foto random yang selama ini cuma memenuhi galeri HP ternyata bisa punya kehidupan kedua. 📷


Untuk sekarang, aku akan mencoba pelan-pelan.


Satu foto, satu pengalaman, dan satu pelajaran baru setiap kali mengunggah karya.



Komentar