Kalau ditanya barang apa di dapur yang paling sering dipakai, mungkin rice cooker termasuk salah satunya. Hampir setiap hari alat ini membantu menyiapkan nasi, jadi menurutku wajar kalau kita cukup memperhatikan apakah rice cooker yang digunakan memang nyaman atau tidak.
Aku sendiri sudah sekitar setahun menggunakan rice cooker Miyako MCM-508SBC berwarna pink ini. Awalnya aku juga tidak terlalu memikirkan banyak hal soal rice cooker. Yang penting bisa memasak nasi dan tidak merepotkan ketika dibersihkan.
Ternyata setelah dipakai cukup lama, ada beberapa hal yang menurutku menarik untuk diceritakan.
Yang Paling Aku Suka: Nasinya Tidak Mudah Lengket
Hal yang paling aku perhatikan selama menggunakan rice cooker ini justru bagian pancinya.
Nasi yang dimasak tidak mudah lengket di bagian dalam panci.
Buat sebagian orang mungkin terdengar sepele. Tapi kalau hampir setiap hari masak nasi, menurutku hal kecil seperti ini cukup terasa. Aku jadi tidak terlalu kesulitan ketika mengambil nasi, dan bagian bawah panci juga tidak sampai penuh dengan nasi yang menempel keras.
Selama kurang lebih satu tahun pemakaian, aku masih merasa nyaman dengan kondisi panci bagian dalamnya.
Tentu saja hasil memasak nasi juga bisa dipengaruhi oleh jenis beras, jumlah air, dan cara memasaknya. Jadi aku tidak mau mengatakan semua orang pasti mendapatkan hasil yang persis sama seperti yang aku alami.
Aku hanya bisa menceritakan apa yang terjadi pada rice cooker yang memang aku gunakan sendiri di rumah.
Kapasitasnya 1,8 Liter
Miyako MCM-508SBC yang aku gunakan memiliki kapasitas 1,8 liter.
Menurut informasi produknya, rice cooker ini juga dilengkapi fungsi 3-in-1, yaitu untuk memasak nasi, menghangatkan, dan mengukus makanan.
Untuk pemakaian sehari-hari, menurutku fungsi seperti ini sudah cukup praktis. Tidak harus memiliki banyak tombol atau fitur yang macam-macam. Selama fungsi utamanya bekerja dengan baik dan mudah digunakan, aku sudah merasa terbantu.
Bisa Dipakai untuk Menghangatkan
Selain memasak nasi, tentu ada fungsi warm yang cukup sering digunakan.
Biasanya setelah nasi matang, rice cooker akan berpindah ke mode menghangatkan. Ini lumayan membantu kalau waktu makan di rumah tidak selalu bersamaan.
Namun, aku sendiri lebih suka segera mengonsumsi nasi daripada membiarkannya terlalu lama dalam mode penghangat. Menurutku nasi yang baru matang tetap paling enak.
Bagaimana dengan Lapisan Panci Dalamnya?
Dari informasi produk yang aku temukan, bagian inner pot menggunakan material yang disebut food grade, dengan panci aluminium berlapis precoated.
Dalam pemakaian sehari-hari, aku memang merasa lapisan pancinya membantu membuat nasi tidak gampang menempel.
Tapi menurutku bagian ini tetap harus dijaga.
Aku sebisa mungkin tidak menggunakan benda tajam atau alat makan berbahan logam untuk mengaduk dan mengambil nasi karena lapisan seperti ini tentu lebih baik diperlakukan dengan hati-hati.
Jadi meskipun selama setahun pemakaian aku masih merasa nyaman, bukan berarti pancinya bisa diperlakukan sembarangan.
Ada Kekurangannya?
Kalau ditanya apakah rice cooker ini sempurna, tentu saja tidak.
Salah satu hal yang menurutku perlu diperhatikan adalah lapisan panci bagian dalam tetap memiliki risiko tergores apabila digunakan dengan tidak hati-hati. Karena itu, menurutku lebih aman menggunakan sendok nasi yang sesuai dan tidak menggosok bagian dalam panci dengan benda kasar.
Soal listrik juga perlu diperhatikan. Spesifikasi produk yang aku temukan mencantumkan daya sekitar 395 watt. Pemakaian listrik sebenarnya akan bergantung pada berapa lama alat digunakan dan seberapa sering fungsi penghangatnya menyala.
Jadi aku tidak mau mengatakan rice cooker ini pasti hemat listrik untuk semua rumah. Kondisi pemakaian setiap orang berbeda.
Setelah Setahun, Apakah Aku Masih Menggunakannya?
Iya.
Kalau aku sudah merasa tidak nyaman atau sering mengalami masalah, mungkin ceritanya akan berbeda. Tapi sampai sekarang rice cooker ini masih aku gunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
Hal yang paling membuatku bertahan menggunakannya sebenarnya bukan karena tampilannya atau karena banyak fiturnya.
Aku lebih suka karena nasi tidak mudah menempel di panci bagian dalam dan alatnya masih nyaman digunakan setelah kurang lebih setahun.
Buatku, peralatan rumah tangga tidak harus selalu yang paling mahal atau paling canggih. Kalau sebuah barang bisa membantu pekerjaan sehari-hari dan selama digunakan tidak membuat kita repot, itu sudah menjadi nilai plus tersendiri.
Kesimpulanku
Kalau kamu sedang mencari rice cooker, menurutku jangan hanya melihat merek, harga, atau jumlah fiturnya. Pertimbangkan juga hal-hal sederhana seperti hasil nasi, kondisi panci setelah digunakan, kemudahan membersihkan, kapasitas, dan kebutuhan listriknya.
Untuk Miyako MCM-508SBC yang sudah aku gunakan sekitar setahun, pengalaman pribadiku sejauh ini cukup baik. Nasi tidak mudah lengket di bagian dalam panci, fungsi memasak dan menghangatkannya masih digunakan seperti biasa, dan secara keseluruhan masih nyaman untuk kebutuhan sehari-hari.
Tapi sekali lagi, ini pengalaman pemakaian pribadiku, bukan berarti produk ini pasti cocok untuk semua orang.
Kalau kamu sendiri punya rice cooker yang sudah lama digunakan, mungkin justru pengalaman setelah berbulan-bulan atau bertahun-tahun itulah yang paling menarik untuk dibagikan. Karena dari situ kita bisa tahu bagaimana sebuah barang sebenarnya setelah dipakai dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya bagaimana tampilannya ketika masih baru.

Komentar
Posting Komentar