Sudah 3 Tahun Pakai Deodoran SR12, Ini Pengalamanku

 




Memilih deodoran ternyata tidak sesederhana memilih wangi yang disukai. Buatku, kenyamanan saat dipakai setiap hari justru lebih penting. Apalagi aku termasuk yang cukup memperhatikan kandungan dalam produk perawatan tubuh.


Sekitar tiga tahun lalu, sejak menikah dan mulai punya anak, aku sedang mencari deodoran yang bebas alkohol. Saat itu aku mendapat rekomendasi dari keluarga sepupu suamiku. Dia menyarankan untuk mencoba deodoran SR12.


Awalnya aku hanya penasaran dan tidak berpikir kalau akhirnya akan menggunakannya selama bertahun-tahun. Namanya juga mencoba produk baru, tentu aku ingin melihat sendiri apakah cocok atau tidak dengan kulitku.


Ternyata setelah digunakan, aku merasa cocok. Tidak ada masalah yang membuatku ingin berhenti menggunakannya. Sampai sekarang pun SR12 masih menjadi salah satu deodoran yang aku pakai sehari-hari.


Kenapa Awalnya Aku Memilih SR12?


Salah satu alasan utamaku waktu itu adalah karena aku memang sedang mencari deodoran yang bebas alkohol dan parfum. Aku juga tertarik karena produk ini menggunakan bahan yang disebut sebagai bahan alami.


Buatku, informasi seperti itu cukup menarik karena deodoran digunakan langsung pada area ketiak dan termasuk produk yang dipakai secara rutin.


Kemasan SR12 sendiri berbentuk botol spray dengan isi cair. Cara menggunakannya juga sederhana, tinggal disemprotkan pada area ketiak setelah mandi.


Selama menggunakannya, aku merasa praktis karena tidak perlu mengoleskan produk dengan tangan.


Pengalamanku Selama Kurang Lebih Tiga Tahun


Kalau ditanya apa yang paling membuatku bertahan menggunakan SR12, jawabannya tentu karena aku merasa cocok.


Selama kurang lebih tiga tahun, aku merasa deodoran ini membantu menjaga ketiakku tetap nyaman dan tidak mudah menimbulkan bau badan. Aku juga memperhatikan kondisi kulit ketiakku tetap seperti biasanya dan tidak menjadi lebih gelap karena pemakaian deodoran ini.


Hal lain yang cukup aku sukai adalah tidak adanya noda yang mengganggu pada pakaian setelah menggunakannya.


Tentu saja ini adalah pengalaman pribadiku. Kondisi kulit dan tubuh setiap orang berbeda, jadi belum tentu pengalaman yang aku rasakan akan sama dengan orang lain.


Aku juga tidak ingin mengatakan bahwa satu produk pasti cocok untuk semua orang hanya karena aku sendiri merasa cocok. Menurutku, justru lebih baik mencoba dengan melihat bagaimana reaksi kulit masing-masing.


Ada Rasa Cekit-Cekit?


Ada satu hal yang menurutku perlu diperhatikan, terutama kalau kondisi kulit sedang tidak baik.


Karena produk ini merupakan deodorant spray dengan kandungan ekstrak jeruk nipis, pada kulit yang sangat sensitif atau ketika ada luka kecil setelah mencukur, bisa saja terasa sedikit cekit-cekit atau perih untuk sementara.


Aku sendiri lebih memilih menghindari penggunaan ketika kulit ketiak sedang mengalami luka atau iritasi. Menurutku, daripada dipaksakan, lebih baik menunggu sampai kondisi kulit kembali nyaman.


Soal Kemasan Spray


Untuk pemakaian sehari-hari, bentuk spray menurutku cukup praktis. Namun, ada juga kekurangannya.


Karena isinya cair, botol harus ditutup dengan baik setelah digunakan. Kalau tutupnya tidak rapat atau botolnya mengalami kerusakan, tentu ada kemungkinan cairannya tumpah.


Jadi, kalau dibawa bepergian, aku pribadi akan lebih memperhatikan posisi dan kondisi tutup botolnya.


Apakah Aku Masih Memakainya Sampai Sekarang?


Jawabannya iya.


Awalnya aku mengenal SR12 dari rekomendasi sepupu suamiku ketika sedang mencari deodoran bebas alkohol. Tidak pernah terpikir sebelumnya kalau produk yang awalnya hanya ingin kucoba justru akan terus kupakai sampai sekitar tiga tahun.


Selama itu pula aku merasa cocok dengan pemakaiannya. Buatku, pengalaman selama bertahun-tahun tentu memberikan gambaran yang lebih jelas dibandingkan hanya mencoba sebuah produk sekali atau dua kali.


Aku juga suka karena sampai sekarang tidak merasa perlu berganti-ganti deodoran hanya untuk mencari produk lain.


Kesimpulanku


Kalau ditanya apakah SR12 bagus, aku akan menjawab dari sudut pandangku sendiri: aku cocok dan nyaman menggunakannya.


Aku suka karena formulanya bebas alkohol dan parfum, bentuknya spray sehingga praktis digunakan, dan selama sekitar tiga tahun pemakaian aku merasa produk ini membantu menjaga ketiakku tetap nyaman serta tidak meninggalkan noda yang mengganggu pada pakaian.


Meski begitu, produk perawatan tubuh tetap memiliki kemungkinan memberikan reaksi berbeda pada setiap orang. Apalagi kalau kulit sedang sensitif atau baru selesai mencukur.


Jadi, artikel ini bukan bermaksud mengatakan bahwa SR12 pasti cocok untuk semua orang. Aku hanya ingin berbagi pengalaman setelah menggunakannya dalam waktu yang cukup lama.



Tiga tahun memakai satu produk rasanya sudah cukup untuk mengatakan bahwa, setidaknya untukku, SR12 adalah salah satu deodoran yang sampai sekarang masih nyaman digunakan.



Komentar