Isi Tas Kerjaku: Barang-Barang Kecil yang Selalu Kubawa





Setiap kali berangkat kerja, ada beberapa barang yang hampir selalu masuk ke dalam tas. Sebenarnya tidak banyak, tetapi kalau ada salah satunya yang tertinggal, rasanya seperti ada yang kurang.

Salah satu yang paling wajib adalah dompet.

Dompet tentu saja termasuk barang yang menurutku tidak boleh sampai ketinggalan. Selain untuk menyimpan uang dan kartu-kartu yang diperlukan, rasanya aneh saja kalau berangkat kerja tanpa dompet.

Selain dompet, ada satu barang yang mungkin kelihatannya sepele, tetapi hampir selalu ikut masuk ke dalam tas: lipstik.

Aku suka memakai lipstik dengan teknik ombre, jadi biasanya aku membawa dua warna sekaligus. Salah satunya Wardah Velvet Matte, kemudian aku padukan dengan Make Over Color Hypnose.

Aku memang lebih suka hasil ombre daripada hanya menggunakan satu warna. Rasanya warna bibir jadi lebih hidup dan sesuai dengan tampilan makeup yang biasa kupakai untuk bekerja.

Kadang sebelum berangkat aku sudah memakai lipstik, tetapi tetap kubawa juga di dalam tas. Namanya perempuan, kan? 😂

Kita tidak pernah tahu kapan perlu touch-up.

Selain lipstik, aku juga membawa parfum Oriflame Infinita.

Buatku, parfum termasuk salah satu barang kecil yang cukup penting ketika bekerja. Setelah beraktivitas selama beberapa jam, rasanya menyenangkan kalau bisa kembali merasa fresh dengan sedikit menyemprotkan parfum.

Tidak perlu banyak-banyak. Secukupnya saja.

Kemudian ada barang yang sekarang rasanya hampir wajib dibawa ke mana-mana:

Charger HP.

Aku tidak mau berada dalam keadaan baterai hampir habis ketika sedang membutuhkan HP. Apalagi sekarang HP bukan hanya untuk berkomunikasi, tetapi juga bisa digunakan untuk banyak hal selama bekerja.

Karena itu, selain charger, aku juga membawa powerbank.

Jadi kalau baterai mulai menipis dan kebetulan tidak ada colokan yang bisa digunakan, masih ada penyelamat di dalam tas. 😂

Barang berikutnya adalah hand sanitizer.

Aku suka membawanya karena praktis. Kalau sedang berada di luar atau baru memegang berbagai benda dan belum bisa langsung mencuci tangan, setidaknya ada sesuatu yang bisa digunakan untuk membersihkan tangan.

Lalu ada satu barang yang mungkin agak random kalau melihat isi tas kerjaku:

Jarum pentul.

😂

Kenapa harus membawa jarum pentul?

Sebenarnya tidak selalu digunakan.

Tapi justru barang seperti inilah yang kadang baru terasa penting ketika sedang dibutuhkan.

Daripada suatu hari mencari jarum pentul dan tidak punya, akhirnya aku memilih menyimpan beberapa di dalam tas.

Kecil, tidak memakan tempat, dan siapa tahu berguna.

Kalau dipikir-pikir lagi, isi tas kerjaku sebenarnya sederhana.

Ada dompet, lipstik untuk membuat tampilan lebih rapi, parfum supaya tetap merasa fresh, charger dan powerbank untuk HP, hand sanitizer, serta beberapa jarum pentul yang selalu siap menjadi penyelamat kalau sewaktu-waktu diperlukan.

Tidak ada barang yang terlalu istimewa.

Tetapi semuanya punya fungsi masing-masing.

Dan lucunya, isi tas perempuan memang sering begitu.

Awalnya merasa, “Kayaknya barangku cuma sedikit.”

Tapi begitu semuanya dikeluarkan dari tas, baru sadar ternyata lumayan banyak juga. 😂

Ada barang yang memang setiap hari digunakan, ada yang hanya sesekali, dan ada juga yang kita bawa hanya karena merasa, “Siapa tahu nanti butuh.”

Tapi menurutku justru itulah serunya.

Tas kerja bukan hanya tempat menyimpan barang. Lama-lama isinya seperti kumpulan kebiasaan kecil yang mengikuti keseharian kita.

Lipstik untuk membuat diri sendiri merasa lebih percaya diri.

Parfum untuk membuat hari terasa lebih fresh.

Dompet untuk kebutuhan sehari-hari.

Charger dan powerbank untuk memastikan HP tetap bisa digunakan.

Hand sanitizer untuk berjaga-jaga.

Dan tentu saja, jarum pentul yang entah kenapa selalu ikut ke mana-mana. 😂

Begitulah isi tas kerjaku. Sederhana, sedikit random, tetapi semuanya terasa penting ketika sedang dibutuhkan. ❤️

Komentar