Menjadi penulis ternyata bukan cuma tentang menulis cerita sampai selesai.
Ada banyak hal yang harus dilewati setelah sebuah cerita mulai ditulis. Kadang ide mengalir dengan lancar, tetapi ada juga saatnya aku hanya menatap halaman kosong sambil bingung harus melanjutkan cerita dari mana.
Belum lagi ketika mulai memikirkan apakah cerita yang kita tulis akan disukai pembaca atau tidak.
Karena itu, hari ini aku merasa cukup senang.
Dua novel yang sedang ku tulis akhirnya mulai masuk masa aktif rilis kontrak di Fizzo. 🥹
Buat orang lain mungkin terlihat seperti hal kecil. Tapi buatku yang menjalani proses menulisnya sendiri, melihat kedua cerita tersebut sampai pada tahap ini terasa cukup berarti.
Dua Novel yang Sedang Berjalan
Novel pertama adalah DENYUT DI BALIK SUNYI.
Saat ini ceritanya sudah mencapai 21 bab dengan sekitar 24,4 ribu kata. Cerita ini masih berlanjut karena masih banyak bagian yang ingin aku ceritakan.
Kalau kamu penasaran dengan ceritanya, kamu bisa mampir dan membacanya di Fizzo:
👉 Baca DENYUT DI BALIK SUNYI di Fizzo
Novel kedua adalah RUMAH UNTUK KITA BERDUA.
Saat ini sudah ada 7 bab dengan sekitar 9.561 kata dan ceritanya juga masih berlanjut.
👉 Baca RUMAH UNTUK KITA BERDUA di Fizzo
Kedua novel tersebut sudah ditandatangani dan sekarang mulai memasuki masa aktif rilis kontrak.
Rasanya Senang, Tapi Juga Ada Bebannya
Jujur, ketika melihat statusnya sudah aktif, rasanya senang.
Tapi di sisi lain, aku juga sadar bahwa setelah ini masih ada tanggung jawab yang harus dijalani.
Cerita harus terus diperbarui.
Aku harus menjaga supaya alurnya tetap berjalan dan tidak asal menambah bab hanya untuk mengejar jumlah kata.
Apalagi kalau sudah ada pembaca yang mengikuti cerita.
Rasanya ada tanggung jawab tersendiri ketika tahu ada seseorang yang mungkin sedang menunggu kelanjutan cerita yang kita tulis.
Kadang hal itu justru menjadi penyemangat untuk membuka kembali naskah ketika sedang tidak mood menulis.
Aku Masih Belajar
Aku tidak pernah merasa sudah menjadi penulis yang sempurna.
Sampai sekarang pun aku masih belajar.
Belajar membuat cerita yang lebih menarik, membuat dialog yang terasa alami, mengembangkan karakter, menjaga alur, dan yang paling sulit menurutku adalah konsisten menyelesaikan cerita yang sudah dimulai.
Karena memulai novel sebenarnya cukup mudah.
Ide bisa muncul kapan saja.
Tapi ketika sudah memasuki puluhan bab, ceritanya mulai membutuhkan lebih banyak perhatian.
Kita harus ingat apa yang sudah terjadi sebelumnya, bagaimana sifat setiap karakter, hubungan mereka dengan tokoh lain, dan ke mana cerita tersebut akan dibawa.
Kadang aku sendiri bisa ikut pusing memikirkan karakter yang ku buat. 😂
Tidak Selalu Semangat Menulis
Aku juga bukan tipe orang yang setiap hari selalu punya semangat menulis.
Ada hari ketika aku bisa menulis cukup banyak.
Ada juga hari ketika rasanya membuka naskah saja malas.
Menurutku itu wajar.
Menulis adalah sesuatu yang kusukai, tetapi tetap saja ada kalanya kita membutuhkan istirahat.
Yang penting, ketika sudah kembali mendapatkan semangat, aku bisa melanjutkan lagi.
Mungkin tidak selalu cepat.
Mungkin tidak selalu sempurna.
Tapi setidaknya ceritanya tetap berjalan.
Sekarang Aku Ingin Menyelesaikan Keduanya
Dengan dimulainya masa aktif rilis kontrak ini, aku ingin lebih serius menjaga kedua cerita tersebut.
Bukan hanya soal jumlah kata atau jumlah bab.
Aku ingin pembaca yang sudah meluangkan waktu untuk membaca ceritaku mendapatkan cerita yang memang layak untuk diikuti sampai akhir.
Aku ingin menyelesaikan apa yang sudah ku mulai.
Karena menurutku, salah satu kepuasan terbesar sebagai penulis bukan hanya ketika sebuah cerita berhasil diterbitkan.
Tetapi ketika suatu hari nanti kita bisa melihat tulisan itu dan berkata:
“Akhirnya, cerita ini selesai.”
Kalau Kamu Suka Membaca, Mampirlah
Kalau kamu kebetulan suka membaca novel online, aku ingin mengajak kamu mampir ke dua cerita yang sedang aku perjuangkan ini.
DENYUT DI BALIK SUNYI dan RUMAH UNTUK KITA BERDUA masih sama-sama berlanjut.
Kalau kamu menemukan salah satunya menarik, boleh banget mampir dan membaca beberapa bab terlebih dahulu.
Kalau ternyata cocok dengan selera kamu, aku tentu akan sangat senang kalau kamu mau mengikuti ceritanya.
Dukungan kecil seperti membaca, mengikuti cerita, memberikan komentar, atau sekadar meninggalkan tanda suka mungkin terlihat sederhana bagi pembaca.
Tapi bagi penulis, hal-hal kecil seperti itu bisa memberikan semangat yang cukup besar.
Apalagi untuk penulis yang masih terus belajar seperti aku.
Dari Menulis Iseng Menjadi Sesuatu yang Serius
Awalnya mungkin aku hanya ingin menulis cerita karena memang suka.
Tidak pernah menyangka kalau beberapa tulisan yang awalnya hanya ada di kepala akhirnya bisa menjadi novel yang dibaca orang lain.
Sekarang dua di antaranya bahkan sudah sampai pada tahap masa aktif rilis kontrak.
Aku masih belum tahu akan sejauh apa perjalanan kedua novel ini.
Aku juga tidak tahu berapa banyak orang yang nantinya akan membaca sampai akhir.
Tapi aku ingin terus mencoba.
Pelan-pelan.
Satu bab demi satu bab.
Sampai akhirnya kedua cerita tersebut benar-benar selesai.
Jadi kalau kamu sedang membaca tulisan ini dari Ruang Yusfra, terima kasih sudah mampir. 🤍
Dan kalau kamu ingin membaca cerita yang sedang ku tulis, jangan ragu untuk berkunjung ke Fizzo.
Siapa tahu salah satu dari dua novelku ternyata bisa menjadi cerita yang membuatmu penasaran dan ingin terus membuka bab berikutnya. 😆
Sampai jumpa di dunia cerita yang lain. ❤️

Komentar
Posting Komentar