Ada satu hal yang cukup sering terjadi padaku ketika ingin menulis.
Ide ceritanya sebenarnya pernah muncul.
Biasanya justru datang ketika aku sedang tidak benar-benar memikirkannya. Misalnya saat menonton drama, membaca Webtoon, atau melihat sesuatu yang tiba-tiba membuatku berpikir,
“Eh, kalau ceritanya dibuat seperti ini pasti menarik.”
Lalu dalam kepala mulai muncul macam-macam bayangan.
Ada tokohnya.
Ada konfliknya.
Kadang bahkan sudah terbayang adegan tertentu.
Rasanya seperti menemukan sesuatu yang selama ini dicari.
Tapi anehnya, beberapa saat kemudian ide itu bisa hilang begitu saja.
Dan ketika aku mencoba memanggilnya kembali...
Kosong.
Aku cuma ingat pernah punya ide, tetapi tidak ingat bagaimana tepatnya ide itu tadi terbentuk. 😂
Padahal Tadi Rasanya Sudah Bagus
Ini bagian yang paling bikin kesal.
Saat ide muncul, rasanya bagus sekali.
Sampai berpikir, “Nah, ini bisa jadi novel.”
Aku bahkan bisa membayangkan bagaimana tokohnya bertemu, bagaimana konfliknya dimulai, atau seperti apa suasana ceritanya.
Tapi kalau tidak langsung dicatat, biasanya ide itu mulai kabur.
Semakin dipaksa mengingat, malah semakin susah.
Akhirnya aku cuma duduk sambil berpikir keras.
“Tadi aku kepikiran apa, ya?”
Tidak ketemu.
Lalu beberapa menit kemudian malah kepikiran hal lain yang sama sekali tidak berhubungan. 😭
Kadang Takut Ceritanya Pasaran
Selain ide yang suka menghilang, ada satu masalah lagi.
Aku sering berpikir tentang apakah cerita yang muncul di kepalaku itu terlalu pasaran atau tidak.
Karena sekarang sudah begitu banyak cerita.
Drama banyak.
Webtoon banyak.
Novel juga semakin banyak.
Kadang baru menemukan sebuah ide, tiba-tiba muncul pikiran:
“Kayaknya cerita seperti ini sudah pernah ada.”
Belum sempat menulis, sudah keburu ragu.
Padahal sebenarnya aku sendiri belum tahu apakah memang benar-benar sama dengan cerita lain atau hanya merasa familiar karena memang ada banyak tema yang mirip.
Dan akhirnya?
Aku kembali berpikir keras.
Lalu bingung.
😂
Semakin Dipikirkan, Malah Tidak Menemukan Apa-Apa
Mungkin ini yang paling lucu.
Aku pernah mencoba duduk dan sengaja mencari ide.
Tidak sedang menonton drama.
Tidak sedang membaca Webtoon.
Tidak sedang melakukan apa-apa.
Cuma berpikir,
“Oke, sekarang cari ide novel.”
Hasilnya?
Tidak ada.
Otak malah terasa semakin kosong.
Padahal ketika sedang melakukan hal lain, ide bisa tiba-tiba muncul tanpa diundang.
Makanya aku kadang merasa ide cerita itu memang punya waktu sendiri untuk datang.
Kalau dipanggil malah tidak muncul.
Kalau tidak dicari justru datang sendiri.
Drama dan Webtoon Kadang Jadi Pemicu
Aku cukup sering mendapatkan pemicu ide dari hal-hal yang aku tonton atau baca.
Bukan berarti ingin meniru ceritanya.
Kadang hanya ada satu adegan atau satu konsep yang membuatku berpikir lebih jauh.
Misalnya melihat hubungan dua karakter, kemudian muncul pertanyaan sendiri:
“Kalau situasinya dibalik bagaimana?”
Atau melihat sebuah konflik dan berpikir:
“Kalau tokohnya mengambil keputusan yang berbeda, ceritanya bakal jadi apa?”
Dari pertanyaan kecil seperti itu, kadang muncul bayangan cerita baru.
Masalahnya tetap sama.
Kalau tidak segera dicatat, bisa hilang lagi.
Jadi Sekarang Aku Tidak Terlalu Memaksa
Aku masih sering bingung mencari ide.
Bahkan sekarang pun kalau ditanya, “Ada ide novel baru?”, belum tentu aku bisa menjawab.
Kadang ada.
Kadang tidak ada sama sekali.
Tapi aku mulai menyadari satu hal: mungkin aku tidak harus selalu memaksa diri menemukan ide dalam sekali duduk.
Kalau sedang tidak dapat ide, ya sudah.
Nanti ketika membaca sesuatu, menonton drama, atau mengalami kejadian kecil yang menarik, mungkin akan muncul lagi.
Dan kalau muncul, sepertinya aku harus langsung mencatatnya.
Bahkan kalau baru berupa satu kalimat sekalipun.
Daripada beberapa jam kemudian cuma tersisa,
“Aku tadi punya ide bagus.” 😂
Menulis Ternyata Tidak Selalu Tentang Punya Banyak Ide
Dulu mungkin aku mengira seorang penulis harus selalu punya banyak ide.
Sekarang aku justru merasa tidak seperti itu.
Kadang satu ide saja cukup.
Yang sulit bukan hanya menemukan ide, tetapi mengembangkannya menjadi cerita yang utuh.
Apakah tokohnya menarik?
Apakah konfliknya bisa berkembang?
Apakah ceritanya punya arah?
Dan yang paling sering menggangguku:
“Ini sudah pernah dibuat orang belum, ya?”
Pertanyaan itu kadang membuatku berhenti sebelum benar-benar mulai.
Padahal kalau terus takut semua hal akan terasa pasaran, mungkin tidak akan ada cerita yang bisa ditulis.
Karena sebuah tema bisa saja sama, tetapi cara setiap penulis mengolah karakter, konflik, suasana, dan akhir ceritanya bisa berbeda.
Setidaknya aku sedang belajar memahami hal itu.
Mungkin Aku Memang Harus Menulis Dulu
Jadi kalau suatu hari nanti aku kembali bilang sedang kehabisan ide, mungkin sebenarnya bukan karena aku benar-benar tidak punya ide.
Mungkin aku cuma belum menemukan ide yang ingin aku perjuangkan sampai selesai.
Dan untuk sekarang, aku masih mencari.
Kadang lewat drama.
Kadang lewat Webtoon.
Kadang dari percakapan sederhana.
Kadang dari kejadian sehari-hari.
Atau mungkin tiba-tiba muncul ketika sedang melakukan sesuatu yang sama sekali tidak berhubungan dengan menulis.
Entahlah. 😆
Yang jelas, kalau ide itu datang lagi, aku harus segera menangkapnya.
Karena pengalaman sudah mengajarkanku satu hal:
Ide yang datang tanpa diundang bisa pergi tanpa pamit.

Komentar
Posting Komentar