Ilustrasi: Cara sederhana menjaga diri saat menjalani hari-hari yang melelahkan.
Menjalani hubungan jarak jauh dengan suami ternyata bukan hanya soal rasa rindu.
Ada hari-hari ketika semuanya terasa biasa saja. Aku bisa menjalani rutinitas, bekerja, mengurus anak, melakukan pekerjaan rumah, dan menjalani hari seperti biasanya.
Tetapi ada juga hari ketika rasa lelah datang bersamaan.
Suami berada jauh di perantauan. Keluarga juga tidak selalu berada di dekatku. Sementara kehidupan sehari-hari tetap harus berjalan.
Anak tetap membutuhkan perhatian. Pekerjaan tetap harus dilakukan. Rumah tetap harus diurus.
Dan terkadang, di tengah semua itu, aku juga merasa ingin berhenti sebentar.
Bukan berhenti dari semuanya.
Aku hanya ingin punya waktu untuk menjadi diriku sendiri.
Aku Tidak Selalu Ingin Keluar Rumah
Lucunya, kalau sedang lelah, sebenarnya aku tidak selalu ingin pergi ke mana-mana.
Aku justru cukup suka berada di rumah, terutama di kamar.
Kalau capeknya masih dalam batas wajar, biasanya aku lebih memilih menikmati waktu sendiri.
Aku bisa menyalakan Netflix dan menonton sesuatu yang sedang ingin ku tonton. Atau membaca Webtoon. Kadang juga membaca novel sampai tidak terasa waktu sudah berlalu cukup lama.
Ada kepuasan tersendiri ketika bisa berbaring dengan nyaman sambil mengikuti cerita yang membuatku penasaran.
Tidak ada pekerjaan yang harus diselesaikan untuk beberapa saat.
Tidak ada yang perlu kupikirkan terlalu banyak.
Hanya aku, kamar, dan cerita yang sedang ku baca.
Buatku, itu sudah cukup menjadi waktu untuk mengisi tenaga lagi.
Tapi Ada Saatnya Aku Benar-Benar Penat
Namun, namanya juga manusia.
Ada kalanya rasa lelah tidak hilang hanya dengan tidur atau menghabiskan waktu di kamar.
Kadang rutinitas yang sama terasa semakin berat ketika dilakukan terus-menerus.
Bangun, bekerja, mengurus anak, mengurus rumah, memikirkan banyak hal, lalu mengulanginya lagi.
Kalau sudah sampai di titik seperti itu, aku biasanya tahu bahwa aku membutuhkan suasana yang berbeda.
Bukan karena aku tidak bersyukur dengan kehidupanku.
Aku hanya merasa perlu memberikan sedikit ruang untuk diriku sendiri.
Dan biasanya, saat itulah aku memilih keluar rumah.
Jalan-Jalan Bersama Teman dan Anak
Kalau sedang ingin keluar, aku biasanya mengajak anak jalan-jalan bersama teman.
Tidak harus pergi ke tempat yang jauh.
Kadang hanya keluar untuk makan, ngobrol, atau sekadar berjalan-jalan sudah cukup membuat suasana hati berubah.
Anak juga bisa menikmati waktunya.
Aku bisa berbicara dengan teman.
Dan untuk beberapa jam, pikiranku tidak hanya dipenuhi pekerjaan dan rutinitas rumah.
Kadang setelah pulang, aku merasa jauh lebih ringan.
Masalahnya mungkin belum hilang.
Pekerjaan juga masih menunggu.
Tetapi setidaknya kepalaku sudah tidak terasa se sesak sebelumnya.
Sesekali Aku Suka Staycation
Kalau ada kesempatan dan waktunya memungkinkan, aku juga suka staycation.
Menurutku, staycation punya suasana yang berbeda.
Tidak perlu bepergian jauh.
Cukup menginap di tempat yang nyaman, menikmati kamar yang berbeda dari kamar sendiri, makan tanpa harus memikirkan memasak, lalu menghabiskan waktu bersama anak.
Hal-hal sederhana seperti itu kadang terasa menyenangkan.
Ada perasaan seperti sedang memberikan jeda kecil kepada diri sendiri.
Bukan berarti setelah staycation semua masalah langsung selesai.
Tentu tidak.
Tetapi terkadang kita memang tidak membutuhkan solusi besar.
Kita hanya membutuhkan istirahat sebentar sebelum kembali menjalani rutinitas.
Fun World, Shopping, dan Makan Enak
Kalau membawa anak, salah satu kegiatan yang cukup menyenangkan adalah bermain di Fun World.
Anak bisa bermain dan menikmati waktunya, sementara aku bisa melihatnya bersenang-senang.
Kadang aku juga pergi shopping.
Tidak selalu berarti membeli sesuatu yang mahal.
Kadang hanya melihat-lihat barang sudah cukup menyenangkan.
Kalau menemukan sesuatu yang memang sedang kubutuhkan atau kusukai, tentu lebih senang lagi. 😂
Dan jangan lupakan satu hal yang menurutku hampir selalu berhasil memperbaiki mood:
makan enak.
Sesederhana pergi mencari makanan bersama teman dan anak, duduk santai, ngobrol, lalu menikmati makanan yang kita suka.
Mungkin bagi orang lain itu hanya kegiatan biasa.
Tapi ketika sedang terlalu penat, kegiatan sederhana seperti itu bisa terasa sangat berarti.
Self-Care Versiku Tidak Selalu Sama
Dulu aku mungkin berpikir bahwa self-care harus berupa sesuatu yang khusus.
Harus pergi ke tempat tertentu.
Harus melakukan perawatan tertentu.
Harus punya waktu yang panjang untuk diri sendiri.
Sekarang aku justru merasa self-care tidak harus serumit itu.
Kadang self-care versiku adalah rebahan di kamar sambil menonton Netflix.
Kadang membaca Webtoon.
Kadang membaca novel.
Kadang pergi makan bersama teman.
Kadang mengajak anak jalan-jalan.
Kadang staycation.
Kadang shopping.
Dan kadang aku hanya ingin tidur lebih lama ketika memang ada kesempatan.
Tidak semuanya harus mahal.
Tidak semuanya harus terlihat istimewa.
Yang penting setelah melakukannya, aku merasa sedikit lebih baik.
Aku Juga Bisa Capek
Mungkin ini bagian yang paling sulit untuk aku akui.
Aku terbiasa menjalani banyak hal sendiri ketika suami sedang jauh.
Lama-lama kita bisa terbiasa.
Tetapi terbiasa bukan berarti tidak pernah lelah.
Ada hari ketika aku bisa mengurus semuanya tanpa masalah.
Ada juga hari ketika rasanya ingin mengeluh saja.
Dan menurutku, tidak apa-apa.
Menjadi ibu bukan berarti harus selalu sabar.
Menjadi istri bukan berarti harus selalu kuat.
Menjadi seseorang yang bekerja juga bukan berarti kita tidak boleh merasa lelah.
Aku tetap manusia.
Aku bisa capek.
Aku bisa merasa jenuh.
Aku bisa membutuhkan waktu untuk diri sendiri.
Dan aku belajar bahwa mengakui rasa lelah bukan berarti aku lemah.
Justru dengan mengenali kapan tubuh dan pikiranku membutuhkan istirahat, aku bisa lebih memahami diriku sendiri.
Jauh Bukan Berarti Harus Selalu Sedih
Menjalani LDM memang memiliki tantangannya sendiri.
Ada rasa rindu.
Ada momen ketika ingin bercerita langsung tetapi suami sedang jauh.
Ada hal-hal kecil yang mungkin terasa lebih berat karena tidak ada pasangan di samping kita.
Tetapi bukan berarti kehidupanku hanya dipenuhi kesedihan.
Aku tetap punya anak yang membuat rumah ramai.
Aku punya teman yang bisa diajak keluar.
Aku punya cerita-cerita yang bisa kubaca.
Aku punya film dan tontonan yang bisa dinikmati.
Aku masih bisa pergi makan, jalan-jalan, shopping, atau sesekali staycation.
Dan yang paling penting, aku mulai belajar memberikan izin kepada diriku sendiri untuk beristirahat.
Tidak Harus Selalu Kuat
Mungkin itu yang paling banyak kupelajari selama menjalani kehidupan seperti sekarang.
Kita tidak harus selalu kuat setiap hari.
Ada hari ketika kita produktif.
Ada hari ketika kita hanya ingin rebahan.
Ada hari ketika kita ingin keluar rumah.
Ada juga hari ketika kamar sendiri terasa menjadi tempat paling nyaman di dunia.
Semuanya boleh.
Selama kita tetap berusaha menjaga diri dan tidak mengabaikan ketika kondisi kita benar-benar membutuhkan bantuan.
Bagiku, self-care bukan tentang melarikan diri dari kehidupan.
Self-care adalah memberikan sedikit ruang untuk bernapas sebelum kembali menghadapi kehidupan yang sama.
Karena setelah menikmati waktu sendiri, tertawa bersama teman, melihat anak bermain, menonton Netflix, membaca novel, atau sekadar menikmati makanan yang enak, biasanya aku bisa kembali pulang dengan hati yang sedikit lebih ringan.
Aku mungkin tidak bisa menghilangkan jarak antara aku dan suamiku. Tetapi aku bisa belajar bagaimana tetap menjaga diriku sendiri selama menjalani jarak itu.
Dan mungkin, untuk sekarang, itu sudah cukup. ❤️

Komentar
Posting Komentar