5 Olahan Telur Favorit Anak yang Sering Aku Buat di Rumah

 



Ilustrasi menu rumahan untuk anak




Kalau sudah punya anak, salah satu pertanyaan yang hampir setiap hari muncul di kepala mungkin sama:


“Hari ini masak apa lagi?” 😂


Kadang rasanya baru selesai memikirkan menu hari ini, besok sudah harus memikirkan menu berikutnya.


Aku sendiri sebenarnya tidak selalu membuat makanan yang rumit untuk anak. Aku lebih suka memasak makanan rumahan yang sederhana dan menyesuaikan dengan makanan yang memang dia suka.


Dan kalau ditanya bahan makanan apa yang paling sering aku olah untuknya, jawabannya mungkin sudah bisa ditebak.


Telur.


Anakku memang suka telur. Padahal selama ini dia juga sudah pernah mencoba berbagai macam makanan, mulai dari ikan, udang, daging giling, sampai hati ayam. Tetapi entah kenapa, telur tetap menjadi salah satu makanan favoritnya.


Jadi daripada setiap hari membuat telur dengan cara yang sama, aku biasanya mencoba mengolahnya menjadi beberapa menu berbeda.


Berikut beberapa olahan telur yang cukup sering aku buat di rumah.


1. Bening Telur Puyuh dengan Jagung dan Wortel


Salah satu menu yang cukup sering aku buat adalah sayur bening dengan telur puyuh, jagung, dan wortel.


Aku suka menu seperti ini karena cara membuatnya cukup sederhana. Ada kuahnya, ada sayurannya, dan ada telur puyuh yang biasanya langsung menarik perhatian anak.


Jagung dan wortel juga membuat tampilannya lebih berwarna. Kalau sudah disajikan bersama nasi, menurutku sudah cukup membuat menu makan terlihat lebih menarik.


Dan biasanya kalau ada telur puyuh di dalam mangkuk, anak juga lebih semangat mengambilnya sendiri. 😂


Untuk anak, tentu tekstur dan ukuran makanan tetap aku sesuaikan dengan kemampuan makannya.


2. Telur Gemuk Kuah Tomat Santan


Nah, kalau yang satu ini agak berbeda dari telur dadar atau telur ceplok biasa.


Aku biasa membuat telur gemuk kuah tomat santan.


Awalnya aku menemukan resepnya dan kemudian mencobanya sendiri di rumah. Resep yang aku ikuti menggunakan telur, tomat, bawang putih, santan, air, daun bawang, kecap manis, dan beberapa bumbu lainnya.


Tapi ada satu bahan yang tidak aku gunakan, yaitu kaldu udang bubuk.


Aku membuat versi yang lebih sederhana sesuai dengan yang biasa aku masak di rumah.


Telurnya dimasak bersama kuah tomat dan santan sampai matang. Hasilnya menjadi hidangan telur berkuah dengan rasa yang berbeda dari olahan telur yang biasanya.


Menurutku ini salah satu cara yang menyenangkan untuk membuat telur terasa tidak membosankan.


Apalagi anakku memang suka telur.


Jadi meskipun bentuknya berbeda dari telur ceplok atau telur dadar, tetap saja bahan utamanya adalah sesuatu yang sudah dia kenal dan sukai.


3. Orak-Arik Telur Tomat


Kalau sedang ingin memasak sesuatu yang lebih praktis, aku biasanya membuat orak-arik telur tomat.


Telur dan tomat menjadi kombinasi yang cukup sederhana untuk dibuat di rumah.


Menu seperti ini juga cocok ketika sedang tidak ingin menghabiskan terlalu banyak waktu di dapur.


Tinggal membuat telur orak-arik dengan tomat, lalu disajikan bersama makanan lainnya.


Kadang justru menu sederhana seperti ini yang paling mudah diterima anak.


Aku juga suka menu yang praktis karena sebagai ibu, tidak setiap hari kita punya banyak waktu untuk bereksperimen di dapur.


Ada hari ketika ingin memasak macam-macam.


Ada juga hari ketika yang penting makanan sudah siap dan anak mau makan. 😂


4. Telur Ceplok Kecap


Kalau yang satu ini mungkin termasuk menu paling sederhana.


Telur ceplok kecap.


Telur digoreng, kemudian diberi kecap sesuai selera.


Sederhana sekali, kan?


Tapi justru makanan seperti ini sering menjadi penyelamat ketika aku sedang bingung mau memasak apa.


Apalagi kalau anak memang suka telur.


Kadang kita sebagai ibu sudah memikirkan menu yang macam-macam, tetapi ternyata anak paling senang dengan telur yang dibuat sederhana.


Jadi aku tidak terlalu memaksakan harus selalu membuat makanan yang terlihat istimewa.


Selama makanan sesuai untuk anak dan dia menikmatinya, menu sederhana pun tidak masalah.


5. Tahu Telur Kukus


Selain telur yang dimasak sendiri, aku juga pernah membuat tahu telur kukus.


Menu ini menggabungkan tahu dan telur dalam satu hidangan.


Aku suka mencoba olahan seperti ini karena anak bisa mendapatkan rasa dan tekstur yang sedikit berbeda dari telur biasa.


Cara mengolahnya juga tidak serumit yang dibayangkan.


Dan lagi-lagi, telur menjadi salah satu bahan yang cukup membantu ketika aku sedang mencari variasi menu untuk anak.


Sudah Pernah Mencoba Banyak Makanan, Tapi Telur Tetap Favorit


Sebenarnya makanan anakku tidak hanya telur.


Aku sudah pernah memberikan berbagai macam makanan lain, seperti ikan, udang, daging giling, dan hati ayam, tentunya sesuai dengan usia dan tahap makan anak saat itu.


Untuk buah, dia suka semangka.


Dia juga suka yogurt plain.


Jadi aku tetap berusaha memberikan variasi makanan dan tidak hanya membuat telur setiap hari.


Tetapi kalau ditanya makanan yang paling sering berhasil menarik perhatiannya?


Ya tetap...


Telur. 😂


Kadang lucu juga.


Sudah mencoba berbagai macam makanan, tetapi yang dicari tetap makanan yang sederhana.


Tidak Harus Selalu Masak Menu yang Ribet


Dari pengalaman membuat makanan untuk anak, aku jadi belajar satu hal.


Sebagai ibu, terkadang kita terlalu banyak berpikir tentang menu.


Ingin membuat makanan yang berbeda.


Ingin mencoba resep baru.


Ingin membuat anak tertarik makan.


Padahal kenyataannya, anak mungkin justru punya makanan favoritnya sendiri.


Kalau anakku, salah satunya ya telur.


Jadi sekarang aku lebih suka mencari variasi dari bahan makanan yang memang dia sukai.


Telurnya tetap ada, tetapi cara mengolahnya dibuat berbeda.


Hari ini bisa telur puyuh dengan sayuran.


Besok bisa telur gemuk kuah tomat santan.


Lain hari orak-arik telur tomat.


Kalau sedang ingin yang praktis, telur ceplok kecap.


Atau tahu telur kukus.


Dengan begitu, aku tidak perlu setiap hari memikirkan bahan makanan yang benar-benar berbeda dari awal.


Yang penting tetap memberikan pilihan makanan yang beragam dan menyesuaikannya dengan usia serta kemampuan makan anak.


Karena pada akhirnya, memasak untuk anak bukan soal membuat makanan yang terlihat sempurna.


Kadang yang membuat hati senang justru melihat makanan sederhana yang kita buat sendiri habis dimakan anak.


Dan kalau setelah mencoba berbagai macam menu ternyata dia tetap memilih telur...


Ya sudah.


Berarti telur memang juaranya di rumah kami. 😂❤️



---


Catatan: Tulisan ini merupakan pengalaman pribadi dalam menyiapkan makanan untuk anak. Kebutuhan makanan, tekstur, ukuran potongan, dan jenis makanan yang sesuai dapat berbeda pada setiap anak. Untuk kebutuhan khusus terkait pola makan atau gizi anak, sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi.



Komentar