Pempek Sambal Khas Jambi, Resep Rumahan yang Biasa Ku buat

 




Pempek sambal khas Jambi dengan sambal pedas, gurih, dan harum.



Kalau mendengar kata pempek, mungkin yang langsung terbayang adalah pempek dengan kuah cuko. Tapi ternyata ada juga olahan pempek yang cara penyajiannya berbeda, salah satunya pempek sambal khas Jambi.


Aku sendiri mengenal makanan ini dari keluarga. Orang tuaku berada di Jambi, jadi pempek sambal cukup familiar buatku. Rasanya juga punya kenangan tersendiri karena termasuk makanan yang biasa dibuat di rumah.


Berbeda dari pempek pada umumnya, pempek sambal tidak disajikan bersama cuko. Pempeknya justru digoreng kemudian dimasak bersama sambal yang pedas, gurih, dan harum.


Untuk versi yang biasa kubuat, adonan pempeknya cukup sederhana. Tidak harus menggunakan ikan, meskipun kalau suka bisa ditambahkan sedikit ikan.


Bahan Pempek


  • 400 gram tepung terigu
  • 400–480 gram tepung sagu/tapioka, atau sekitar perbandingan 1 bagian terigu dengan 1–1,2 bagian sagu
  • ±800 ml air panas, atau disesuaikan dengan kondisi adonan
  • Garam secukupnya
  • Seasoning/penyedap rasa secukupnya
  • Minyak untuk merebus dan menggoreng



Jumlah air sekitar 800 ml bisa dijadikan patokan, tetapi sebaiknya dituangkan sedikit demi sedikit. Kondisi adonan bisa berbeda sehingga tidak selalu membutuhkan jumlah air yang persis sama.


Bahan Sambal


  • Cabai merah keriting secukupnya
  • Cabai rawit sesuai selera
  • Bawang putih secukupnya
  • Garam secukupnya
  • Seasoning atau penyedap rasa secukupnya
  • Gula sedikit, jika suka
  • Daun kunyit secukupnya
  • Daun jeruk secukupnya
  • Minyak untuk menumis


Jumlah cabai bisa disesuaikan dengan tingkat kepedasan yang diinginkan.


Cara Membuat Adonan Pempek


Pertama, buat biang terlebih dahulu.


Masukkan 400 gram tepung terigu ke dalam wadah. Kemudian siram dengan sekitar 800 ml air panas secara bertahap sambil terus diaduk.


Tidak harus menuangkan seluruh air sekaligus. Tuangkan perlahan sambil melihat tekstur adonan sampai mendapatkan biang dengan konsistensi yang pas.


Setelah tercampur, diamkan sampai adonan dingin.


Setelah dingin, masukkan tepung sagu atau tapioka sedikit demi sedikit.


Aduk dan uleni perlahan sampai adonan menyatu dan bisa dibentuk.


Tambahkan garam dan seasoning sesuai selera.


Jangan menguleni adonan sampai terlalu kalis. Cukup sampai adonan sudah tidak terlalu lengket di tangan dan bisa dibentuk. Kalau terlalu banyak diuleni, pempek bisa menjadi keras.


Setelah adonan siap, bentuk pempek sesuai selera. Untuk pempek sambal, bisa dibuat pipih atau bulat gepeng.


Rebus Pempek


Siapkan air dalam panci dan tambahkan sedikit minyak.


Setelah air panas, masukkan pempek yang sudah dibentuk.


Rebus sampai pempek mengapung.


Setelah mengapung, angkat dan tiriskan.


Pempek kemudian bisa digoreng sampai bagian luarnya matang.


Kalau ingin menyiapkan pempek untuk disimpan, pempek bisa direbus terlebih dahulu, kemudian ditiriskan dan disimpan dengan baik.


Namun, kalau ingin langsung membuatnya, pempek juga bisa langsung digoreng tanpa direbus terlebih dahulu.


Membuat Sambal Pempek


Untuk membuat sambalnya, haluskan cabai merah keriting, cabai rawit, dan bawang putih.


Panaskan sedikit minyak di wajan.


Sebelum memasukkan bumbu utama, tumis daun kunyit dan daun jeruk terlebih dahulu sampai harum.


Langkah ini membuat aroma daun kunyit dan daun jeruk lebih keluar sekaligus membantu mengurangi aroma langu.


Setelah harum, masukkan bumbu cabai dan bawang putih yang sudah dihaluskan.


Tambahkan garam dan seasoning atau penyedap rasa.


Kalau suka sedikit rasa manis, bisa menambahkan gula secukupnya.


Tumis sambal sampai matang dan teksturnya mulai agak kering.


Campurkan Pempek dengan Sambal


Setelah sambal matang, masukkan pempek yang sudah digoreng.


Aduk perlahan sampai sambal melapisi seluruh permukaan pempek.


Masak sebentar dengan api kecil agar bumbunya semakin menempel.


Setelah sambal terlihat agak kering dan sudah melekat pada pempek, angkat dan sajikan.


Pedasnya Bisa Disesuaikan


Aku suka membuat pempek sambal sendiri karena rasa sambalnya bisa disesuaikan.


Kalau suka pedas, cabai rawit bisa ditambahkan.


Kalau tidak terlalu kuat makan pedas, jumlah cabainya bisa dikurangi.


Begitu juga dengan garam, seasoning, dan gula. Semuanya bisa disesuaikan dengan selera.


Untuk daun kunyit dan daun jeruk juga tidak perlu terlalu banyak. Sedikit saja sudah cukup memberikan aroma yang khas.


Berbeda dari Pempek dengan Cuko


Kalau biasanya pempek disantap bersama cuko, pempek sambal punya cara penyajian yang berbeda.


Tidak perlu cuko.


Pempek yang sudah digoreng justru dimasak bersama sambal sampai bumbunya menempel dan agak kering.


Buatku, makanan ini bukan hanya soal rasa.


Karena orang tuaku berada di Jambi, pempek sambal menjadi salah satu makanan yang mengingatkanku pada keluarga dan suasana rumah.


Mungkin bagi orang lain ini hanya pempek dengan sambal.


Tapi buatku, ada rasa familiar yang membuatnya terasa lebih istimewa.



Catatan: Takaran air sekitar 800 ml merupakan patokan dan bisa disesuaikan. Tuangkan air secara bertahap saat membuat biang, lalu tambahkan tepung sagu/tapioka sedikit demi sedikit setelah adonan dingin. Hindari menguleni adonan terlalu lama agar pempek tidak menjadi keras. Tingkat kepedasan dan bumbu sambal juga dapat disesuaikan dengan selera.



Komentar