3 Tahun Pakai AC Sharp Bekas, Masih Layak Dipakai?

 






Aku sebenarnya tidak pernah punya rencana khusus untuk membeli AC bekas. Waktu itu semuanya terjadi cukup mendadak.


Saat itu aku belum terlalu lama merantau. Kebetulan kondisiku juga sedang tidak begitu kuat karena sedang hamil trimester pertama. Salah satu hal yang cukup sulit kutahan waktu itu adalah panas. Berada di kamar yang gerah rasanya membuat badan semakin tidak nyaman.


Di tengah kondisi seperti itu, ada seseorang yang menawarkan AC Sharp bekas kepadaku. Harganya sekitar Rp1 jutaan.


Karena memang sedang membutuhkan dan kebetulan ada yang menawarkan, akhirnya aku memutuskan untuk membelinya. Jujur saja, waktu itu aku tidak terlalu memikirkan soal tipe, fitur, ataupun spesifikasi lengkapnya. Yang penting AC tersebut masih bisa digunakan dan harganya masih sesuai dengan kemampuanku saat itu.


Aku juga sadar bahwa barang yang kubeli adalah barang second, jadi sejak awal memang tidak berharap kondisinya seperti AC baru.


Yang aku tahu, mereknya Sharp dan pada bagian unitnya terdapat fitur atau indikator ion. Untuk tipe pastinya sendiri aku tidak tahu, karena waktu membeli dulu memang tidak terlalu memperhatikan detail tersebut.


Sudah Sekitar Tiga Tahun Dipakai


Tidak terasa, AC yang awalnya Ku beli karena kebutuhan mendadak itu ternyata sudah sekitar tiga tahun berada di rumah dan masih ku gunakan sampai sekarang.


Selama pemakaian, menurut pengalamanku AC ini masih cukup dingin.


Awalnya AC digunakan di kamar yang ukurannya tidak terlalu luas. Di ruangan seperti itu, hawa dinginnya terasa cukup nyaman untuk digunakan sehari-hari.


Kemudian aku pindah ke kamar belakang. Di kontrakanku ada tiga kamar dan kamar ketiga ukurannya lumayan lebih luas dibandingkan kamar sebelumnya.


Aku sempat berpikir, apakah AC yang sudah cukup berumur ini masih mampu membuat kamar yang lebih luas terasa dingin?


Ternyata masih.


Memang, kalau dibandingkan dengan AC baru, menurutku tingkat dinginnya sudah tidak bisa disamakan. Ada perbedaan performa yang terasa. Tetapi bukan berarti AC ini sudah tidak berguna.


Kalau digunakan pada malam hari sampai menjelang subuh, kamar tetap bisa terasa dingin.


Apalagi ketika musim hujan. Udara di kamar bisa terasa sangat dingin sampai terkadang aku sendiri merasa tidak terlalu membutuhkan suhu yang rendah.


Tidak Seperti AC Baru, Tapi Masih Cukup untuk Sehari-hari


Kalau ditanya apakah performanya masih seperti AC baru, tentu jawabannya tidak.


Menurutku, ada perbedaan.


AC baru biasanya terasa lebih optimal, sedangkan AC yang sudah ku gunakan selama beberapa tahun tentu sudah mengalami banyak pemakaian.


Namun, aku tidak terlalu mempermasalahkannya selama AC masih mampu membuat kamar terasa nyaman.


Aku juga tidak menggunakan AC ini untuk sesuatu yang khusus. Pemakaiannya lebih kepada kebutuhan sehari-hari, terutama ketika cuaca sedang panas atau saat malam hari ingin tidur dengan lebih nyaman.


Kekurangannya Menurut Pengalamanku


Kekurangan yang paling terasa adalah performanya sudah tidak seperti AC baru.


Tetapi menurutku, hal tersebut cukup wajar mengingat AC ini bukan barang baru dan sudah digunakan selama beberapa tahun.


Aku juga tidak mengetahui secara pasti riwayat pemakaian AC ini sebelum menjadi milikku. Jadi, aku tidak bisa membandingkan bagaimana performanya ketika masih baru dengan kondisinya sekarang.


Untuk kondisi unitnya sendiri, tentu sudah terlihat bekas pemakaian. Namun selama masih berfungsi dengan baik dan mampu mendinginkan kamar, hal tersebut bukan masalah besar bagiku.


Apakah Menyesal Membeli AC Bekas?


Kalau ditanya apakah aku menyesal, sejauh ini tidak.


Justru kalau mengingat kondisi waktu itu, aku merasa keputusan membeli AC tersebut cukup membantu.


Aku sedang hamil trimester pertama dan tidak terlalu kuat menghadapi panas. Di sisi lain, aku juga belum terlalu lama merantau sehingga tentu tidak bisa bebas membeli barang baru sesuai keinginan.


Ketika ada yang menawarkan AC dengan harga sekitar Rp1 jutaan dan kondisinya masih bisa digunakan, akhirnya kesempatan itu kuambil.


Ternyata barang yang awalnya kubeli karena kebutuhan mendesak tersebut bisa bertahan dan kugunakan sampai sekitar tiga tahun.


Menurutku, itu sudah cukup baik.


Jadi, Apakah Masih Layak Dipakai?


Kalau berdasarkan pengalamanku sendiri, masih layak untuk digunakan sehari-hari selama kondisinya masih baik dan mampu mendinginkan ruangan.


Tentu aku tidak bisa mengatakan semua AC Sharp bekas akan memiliki kondisi yang sama. Namanya barang second, kondisi setiap unit bisa berbeda tergantung usia, pemakaian pemilik sebelumnya, perawatan, dan kondisi mesinnya.


Untuk AC yang kupunya sendiri, aku merasa cukup puas dengan apa yang kudapatkan.


Dengan harga sekitar Rp1 jutaan pada waktu itu, aku mendapatkan AC yang sampai sekarang masih bisa membantuku menghadapi udara panas di rumah.


Memang, dinginnya tidak seperti AC baru.


Tetapi untuk membuat kamar lebih nyaman, terutama pada malam hari, menurutku masih cukup.


Dan lucunya, barang yang awalnya ku beli secara mendadak karena sedang membutuhkan justru menjadi salah satu barang rumah tangga yang masih bertahan dan ku gunakan sampai sekarang.


Kalau dari pengalamanku, membeli barang second memang tidak selalu buruk. Yang penting kondisi barangnya masih layak dan harganya sesuai.

Komentar