Beberapa ide menu sederhana untuk anak yang sedang bosan makan nasi.
Ada kalanya anak sedang tidak tertarik makan nasi. Sudah dibuatkan nasi hangat dengan lauk kesukaannya, tetap saja piringnya hanya dipandang. 😅
Kalau sudah begini, aku biasanya tidak langsung memaksa. Sesekali nasi bisa dibuat dalam bentuk dan menu yang berbeda supaya waktu makan terasa lebih menarik.
Berikut beberapa menu yang bisa dicoba di rumah. Bahannya juga sederhana dan sebagian besar mudah ditemukan di dapur.
1. Pizza Nasi 3 Bahan
Ini salah satu menu yang cukup praktis karena bahan utamanya sederhana.
Bahan:
- 1 butir telur
- 90 gram nasi atau sekitar 2 sdm nasi
- Wortel parut
- Daun bawang
- Kaldu bubuk atau garam secukupnya
- Minyak EVO untuk memasak
Kalau ingin hasilnya lebih tebal, jumlah telur bisa ditambah sesuai selera.
Cara membuat:
Masukkan telur dan nasi ke dalam wadah.
Tambahkan wortel parut, daun bawang, serta sedikit kaldu bubuk atau garam.
Aduk semuanya sampai tercampur rata.
Panaskan sedikit minyak EVO di atas wajan.
Tuangkan adonan kemudian ratakan seperti membuat pizza mini.
Masak dengan api kecil sampai bagian bawah matang. Setelah itu balik perlahan dan masak sisi lainnya sampai matang.
Potong sesuai ukuran yang nyaman untuk anak.
Teksturnya lembut di bagian dalam dengan bagian luar yang sedikit lebih matang, sehingga bisa menjadi variasi dari nasi biasa.
2. Sosis Telur Nasi
Kalau anak suka makanan yang bentuknya menarik, menu satu ini juga bisa dicoba.
Bahan:
- 2 butir telur
- Nasi secukupnya
- Daun bawang
- Wortel parut, jika suka
- Bawang merah parut
- Bawang putih parut
- Garam secukupnya
- Kaldu MPASI secukupnya
- Sedikit minyak EVO untuk menggoreng
Cara membuat:
Masukkan telur, nasi, daun bawang, wortel, bawang merah, dan bawang putih ke dalam wadah.
Tambahkan sedikit garam dan kaldu MPASI.
Aduk semua bahan sampai tercampur rata.
Masukkan adonan ke dalam cetakan sosis yang food grade, BPA-free, dan memang dirancang untuk digunakan pada suhu tinggi.
Kukus selama kurang lebih 20 menit atau sampai matang.
Setelah matang, keluarkan dari cetakan dan biarkan sebentar sampai suhunya turun.
Setelah itu bisa digoreng sebentar menggunakan sedikit minyak EVO sampai bagian luarnya matang dan berwarna cantik.
3. Egg Roll Ikan Tuna
Kalau ingin memberikan variasi protein, egg roll tuna bisa menjadi pilihan. Ikan tuna juga bisa diganti dengan ayam sesuai selera.
Bahan isi:
- Ikan tuna fillet yang sudah dicincang atau dihaluskan menggunakan chopper
- Telur
- Tepung tapioka
- Wortel parut
- Bawang putih goreng
- Garam secukupnya
- Kaldu bubuk secukupnya
Bahan kulit:
- Telur
- Sedikit tepung tapioka
- Kaldu bubuk secukupnya
Cara membuat:
Haluskan ikan tuna fillet menggunakan chopper. Kalau tidak ingin menggunakan tuna, bisa diganti dengan ayam.
Campurkan tuna dengan telur, tepung tapioka, wortel parut, bawang putih goreng, garam, dan kaldu bubuk.
Aduk sampai semua bahan tercampur rata.
Selanjutnya buat kulit telur dadar terlebih dahulu dari telur, sedikit tepung tapioka, dan kaldu bubuk.
Tuangkan adonan kulit ke wajan lalu ratakan hingga menjadi lembaran tipis.
Setelah matang, angkat.
Ratakan adonan ikan tuna di atas kulit telur dadar.
Gulung perlahan sampai membentuk egg roll.
Setelah itu bungkus atau gulung kembali menggunakan daun pisang.
Kukus sampai matang.
Setelah matang, biarkan hingga dingin terlebih dahulu sebelum dipotong.
Potong egg roll sesuai ukuran yang nyaman untuk anak.
4. Potato Ball
Kentang juga bisa menjadi pilihan ketika anak sedang tidak mau nasi.
Bahan:
- Kentang
- Wortel
- Telur
- 2 sdm tepung maizena
- Kaldu MPASI secukupnya
- Garam secukupnya
- Sedikit butter
Cara membuat:
Kukus kentang dan wortel sampai matang.
Setelah matang, haluskan kentang.
Tambahkan wortel yang sudah diparut.
Rebus telur sampai matang, kemudian parut atau cincang halus dan masukkan ke dalam adonan.
Tambahkan sekitar 2 sdm tepung maizena, kemudian beri kaldu MPASI dan sedikit garam.
Aduk sampai semuanya tercampur rata.
Ambil adonan secukupnya kemudian bentuk menjadi bola-bola kecil.
Tips agar potato ball tidak ambyar:
Gunakan sedikit butter saat memanggang.
Panaskan wajan, kemudian panggang potato ball dengan api kecil sampai permukaannya matang dan berubah menjadi golden brown.
Balik perlahan agar bentuknya tetap bulat dan tidak mudah hancur.
5. Perkedel Udang Keju
Perkedel tidak harus selalu dibuat dari kentang dan daging. Kali ini bisa ditambahkan udang dan keju agar rasanya lebih menarik.
Bahan:
- Kentang kukus
- Udang cincang
- Wortel cincang
- Keju parut
- Garam atau kaldu MPASI secukupnya
- Sedikit lada bubuk
- 1 butir telur untuk pelapis
- Minyak untuk menggoreng
Cara membuat:
Haluskan kentang yang sudah dikukus.
Tambahkan udang cincang, wortel, dan keju parut.
Bumbui dengan sedikit garam atau kaldu MPASI serta lada bubuk.
Campurkan semua bahan sampai rata.
Ambil adonan kemudian bentuk sesuai selera.
Kocok satu butir telur dalam wadah terpisah.
Celupkan perkedel yang sudah dibentuk ke dalam telur kocok.
Goreng sampai matang dan bagian luarnya berwarna keemasan.
Angkat dan tiriskan.
Tidak Harus Selalu Nasi
Menurutku, yang paling penting ketika anak sedang bosan makan nasi adalah jangan langsung membuat waktu makan menjadi penuh tekanan.
Sesekali nasi bisa diolah menjadi bentuk yang berbeda. Bisa dibuat seperti pizza mini, dicampur telur, atau dijadikan bagian dari menu lain.
Kentang, ubi, jagung, dan sumber karbohidrat lainnya juga bisa menjadi variasi menu.
Yang penting, makanan anak tetap dibuat sesuai usia dan kemampuan makannya. Untuk anak yang masih kecil, perhatikan tekstur, ukuran potongan, serta pastikan makanan matang dengan baik.
Dan kalau anak sedang belajar makan sendiri, biarkan dia mencoba dengan caranya sendiri. Kadang meja makan memang jadi sedikit berantakan, tetapi setidaknya waktu makan bisa terasa lebih menyenangkan. 😄
Catatan: Takaran bumbu dapat disesuaikan dengan usia dan kebutuhan anak. Untuk anak yang masih membutuhkan menu MPASI, gunakan bahan dan tekstur yang sesuai tahap makannya. Selalu perhatikan potensi alergi, terutama pada bahan seperti telur, udang, ikan, dan susu/keju.

Komentar
Posting Komentar