Sejak Gigi Pertama Tumbuh, Aku Mulai Mengenalkan Kebiasaan Sikat Gigi pada Anak

 


Sejak gigi pertama tumbuh, aku mulai mengenalkan kebiasaan menjaga kebersihan gigi kepada anak.



Sejak gigi anak mulai tumbuh, aku sudah mulai mengenalkan kebiasaan menyikat gigi.


Waktu pertama kali giginya muncul, rasanya senang sekali melihat ada gigi kecil yang mulai tumbuh. Tapi setelah itu aku mulai berpikir, “Berarti sekarang harus mulai dibiasakan menjaga kebersihan giginya.”


Aku tidak berharap anak langsung mengerti apa itu sikat gigi.


Namanya juga masih kecil.


Jadi, aku mengenalkannya pelan-pelan dan menjadikan sikat gigi sebagai bagian dari rutinitas sehari-hari.


Memilih Sikat dan Pasta Gigi Khusus Anak


Untuk sikat gigi, aku menggunakan sikat gigi khusus anak yang ukurannya sesuai dengan mulutnya.


Pasta giginya juga aku pilih yang memang diperuntukkan bagi anak.


Awalnya mungkin anak belum terlalu mengerti kegunaan sikat gigi. Kadang sikat giginya malah dimainkan atau digigit-gigit.


Aku biarkan dia mengenal benda tersebut terlebih dahulu.


Setelah itu, aku mulai menunjukkan cara menggunakannya.


Aku juga tetap mendampingi karena anak masih kecil dan belum bisa membersihkan giginya dengan sempurna sendiri.


Mengajarkan Sikat Gigi Sedikit demi Sedikit


Aku biasanya mengajak anak sikat gigi sambil memberikan contoh.


Kalau aku sedang menyikat gigi, dia bisa melihat apa yang kulakukan.


Lalu aku mengajaknya mencoba.


Kadang dia mau membuka mulut.


Kadang tidak.


Ada juga waktunya dia malah sibuk dengan sikat giginya sendiri. 😂


Aku tidak ingin membuat kegiatan sikat gigi menjadi sesuatu yang menakutkan.


Jadi kalau sedang tidak mau, biasanya aku mencoba lagi dengan cara yang lebih menyenangkan.


Pelan-pelan, anak mulai mengenali bahwa ada waktu tertentu untuk sikat gigi.


Aku Juga Mengajarkan Cara Berkumur


Selain sikat gigi, aku mulai mengajarkan cara berkumur.


Karena anak masih kecil dan belum langsung memahami cara menahan air di dalam mulut lalu mengeluarkannya, aku menggunakan air matang yang biasa diminum di rumah untuk latihan.


Awalnya tentu saja tidak langsung berhasil.


Kadang airnya malah tertelan. 😂


Kadang baru dimasukkan ke mulut sebentar, kemudian langsung diminum.


Tidak apa-apa.


Aku mencoba mengajarinya perlahan dengan memberikan contoh terlebih dahulu.


Aku berkumur, lalu menunjukkan bahwa airnya dikeluarkan kembali.


Lama-kelamaan dia mulai memahami maksudnya.


Sekarang dia mulai mengerti bahwa ketika berkumur, airnya bukan untuk diminum, tetapi dikeluarkan kembali.


Karena usianya masih 2,5 tahun, aku tetap mendampinginya setiap kali belajar sikat gigi dan berkumur.


Tidak Memaksa Kalau Sedang Tidak Mau


Namanya anak kecil, mood-nya juga bisa berubah-ubah.


Ada hari ketika dia mau sikat gigi dengan mudah.


Ada juga hari ketika baru melihat sikat gigi saja sudah mulai menghindar.


Kalau sedang seperti itu, aku berusaha tidak langsung marah.


Aku coba mengajaknya dengan cara yang lebih santai.


Kadang sambil bercanda.


Kadang aku biarkan dia memegang sikat giginya sendiri terlebih dahulu.


Menurutku, membentuk kebiasaan memang membutuhkan waktu.


Aku tidak ingin anak menganggap sikat gigi sebagai sesuatu yang harus dilakukan karena dipaksa.


Aku ingin dia perlahan mengenali bahwa sikat gigi memang bagian dari rutinitasnya.


Sekarang Sudah Mulai Mengenal Rutinitasnya


Anakku sekarang sudah 2,5 tahun.


Memang belum bisa dibilang mandiri sepenuhnya dalam menyikat gigi.


Aku masih perlu membantu dan memastikan giginya benar-benar dibersihkan.


Tetapi ada rasa senang ketika melihat dia mulai mengenali sikat giginya sendiri.


Dari yang awalnya hanya penasaran dan memainkan sikat gigi, sekarang dia sudah mulai memahami kegunaannya.


Buatku, perkembangan kecil seperti itu terasa menyenangkan.


Ternyata membiasakan sesuatu pada anak memang tidak harus langsung berhasil.


Kadang kita hanya perlu mengulang hal yang sama setiap hari sampai akhirnya mereka mulai memahami.


Kebiasaan Kecil yang Dimulai dari Rumah


Kalau dipikir-pikir, sikat gigi mungkin hanya membutuhkan waktu beberapa menit.


Tapi kebiasaan yang dibangun sejak kecil bisa menjadi sesuatu yang terus terbawa ketika anak semakin besar.


Aku juga masih belajar sebagai orang tua.


Tidak semua hari berjalan mulus.


Ada hari ketika anak kooperatif, ada hari ketika semuanya terasa lebih sulit.


Tapi aku tetap berusaha mengenalkan kebiasaan baik sedikit demi sedikit.


Mulai dari mengenalkan sikat gigi, menggunakan sikat dan pasta gigi khusus anak, memberikan contoh, sampai mengajarkan cara berkumur ketika dia mulai mampu melakukannya.


Yang penting menurutku adalah konsisten dan tetap mendampingi anak sesuai dengan usianya.


Karena pada akhirnya, anak belajar bukan hanya dari apa yang kita katakan, tetapi juga dari apa yang setiap hari mereka lihat dan lakukan bersama kita.


Dan mungkin suatu hari nanti, ketika dia sudah besar, sikat gigi yang dulu selalu harus ku ingatkan akan menjadi rutinitas yang dia lakukan sendiri. ❤️


Catatan: Penggunaan pasta gigi dan cara menyikat gigi perlu disesuaikan dengan usia anak. Untuk anak usia di bawah 3 tahun, American Dental Association merekomendasikan pasta gigi berfluoride dalam jumlah sangat kecil, sekitar sebesar butiran beras, dengan pengawasan orang tua.



Komentar