Memasak di Rumah atau Beli Makanan, Mana yang Lebih Hemat?







Ada hari-hari ketika memasak di rumah terasa seperti pilihan paling masuk akal.


Buka kulkas, lihat bahan yang masih ada, lalu mulai berpikir mau masak apa. Tidak perlu keluar rumah, tidak perlu menunggu pesanan datang, dan bisa menyesuaikan masakan dengan selera keluarga.


Tapi ada juga hari ketika rasanya ingin sekali membeli makanan saja.


Apalagi kalau sedang capek setelah bekerja. Kadang baru membayangkan harus menyiapkan bahan, memasak, mencuci peralatan, dan membereskan dapur saja sudah membuat malas. 😅


Dari situ aku pernah bertanya-tanya sendiri, sebenarnya lebih hemat memasak di rumah atau membeli makanan?


Setelah menjalani keduanya, menurutku jawabannya tidak selalu sama.


Memasak di Rumah Memang Bisa Lebih Hemat


Kalau dilihat sekilas, memasak sendiri memang terasa lebih murah.


Misalnya kita membeli beberapa bahan yang bisa digunakan untuk beberapa kali makan. Satu jenis sayuran bisa dimasak bersama lauk yang berbeda. Begitu juga telur, tahu, tempe, ayam, ikan, atau bahan lainnya.


Kita juga bisa menentukan sendiri jumlah makanan yang akan dibuat.


Kalau hanya membutuhkan satu porsi, tidak harus memasak terlalu banyak.


Yang paling aku suka dari memasak sendiri adalah bisa memanfaatkan bahan yang sudah ada di rumah.


Kadang isi kulkas terlihat seperti tidak ada apa-apa. Tapi setelah diperiksa satu per satu, ternyata masih ada wortel, telur, daun bawang, atau bahan lain yang bisa diolah.


Daripada membeli makanan baru, lebih baik bahan yang ada digunakan terlebih dahulu.


Selain menghemat uang, cara seperti ini juga membantuku mengurangi bahan makanan yang terbuang.


Tapi Memasak Juga Punya Pengeluaran


Walaupun memasak di rumah bisa lebih hemat, bukan berarti tidak ada biaya sama sekali.


Ada minyak goreng, gas, bumbu, listrik, dan tentu saja bahan makanan.


Belum lagi kalau kita membeli bahan dalam jumlah banyak tetapi akhirnya tidak semuanya digunakan.


Nah, bagian ini menurutku sering terlupakan.


Kadang kita merasa sudah hemat karena memasak sendiri, padahal bahan makanan yang dibeli terlalu banyak dan sebagian akhirnya tidak terpakai.


Jadi menurutku, hemat bukan sekadar memilih memasak daripada membeli makanan.


Cara kita berbelanja dan menggunakan bahan makanan juga ikut menentukan.


Kalau Membeli Makanan, Memangnya Selalu Boros?


Tidak juga.


Ada kalanya membeli makanan justru menjadi pilihan yang lebih praktis.


Misalnya ketika sedang sangat sibuk atau tidak sempat memasak.


Daripada memaksakan diri memasak ketika sudah terlalu lelah, membeli makanan sesekali bisa menjadi solusi.


Apalagi kalau hanya membeli makanan secukupnya dan tidak dilakukan setiap hari.


Menurutku, yang membuat pengeluaran membengkak bukan semata-mata karena membeli makanan.


Yang sering membuat tidak terasa adalah kebiasaan membeli tanpa direncanakan.


Awalnya hanya ingin membeli satu menu.


Lalu menambah minuman.


Kemudian melihat camilan dan ikut membelinya.


Tahu-tahu jumlah yang dibayar jauh lebih banyak dari perkiraan. 😄


Aku Lebih Suka Menyesuaikan dengan Kondisi


Sebagai working mom, aku sadar tidak mungkin setiap hari bisa menjalani rutinitas yang sama.


Ada hari ketika aku punya waktu dan tenaga untuk memasak.


Ada hari ketika pekerjaan sedang banyak dan badan sudah lelah.


Jadi sekarang aku tidak terlalu memaksakan diri.


Kalau bahan makanan masih tersedia dan ada waktu untuk memasak, aku lebih memilih memasak di rumah.


Kalau sedang sangat sibuk, membeli makanan bisa menjadi pilihan.


Yang penting aku tetap memperhatikan pengeluaran supaya tidak menjadi kebiasaan yang membuat anggaran belanja berantakan.


Salah Satu Cara yang Membantuku Lebih Hemat


Aku mulai membiasakan diri melihat isi rumah sebelum memutuskan mau belanja.


Daripada langsung membuat daftar makanan yang ingin dimasak, aku melihat dulu apa yang masih tersedia.


Misalnya masih ada telur.


Ada sedikit sayuran.


Ada bahan makanan yang kemarin belum sempat dimasak.


Dari situ baru aku pikirkan menu yang bisa dibuat.


Cara sederhana ini lumayan membantuku.


Karena ternyata banyak makanan yang bisa dibuat dari bahan sederhana.


Kita tidak selalu membutuhkan banyak bahan untuk menghasilkan makanan yang enak.


Kadang telur dan sayuran saja sudah cukup untuk menjadi menu makan di rumah.


Membuat Daftar Belanja Juga Membantu


Kalau memang harus belanja, aku berusaha membuat daftar terlebih dahulu.


Bukan berarti aku selalu berhasil mengikuti daftar tersebut seratus persen. 😅


Kadang tetap ada satu dua barang yang akhirnya masuk keranjang.


Tapi setidaknya aku punya batasan.


Aku bisa melihat mana bahan yang memang sudah habis dan mana yang masih ada.


Menurutku ini lebih baik daripada pergi berbelanja tanpa tahu apa yang sebenarnya dibutuhkan.


Karena kalau tidak punya daftar, godaan untuk membeli sesuatu yang tidak direncanakan biasanya lebih besar.


Jangan Sampai Mengejar Hemat Malah Membuat Makanan Terbuang


Ini juga menjadi pelajaran buatku.


Pernah ada masa ketika aku berpikir membeli bahan dalam jumlah banyak pasti lebih hemat.


Ternyata belum tentu.


Kalau memang akan digunakan semuanya, tentu bisa membantu menghemat.


Tetapi kalau membeli terlalu banyak hanya karena sedang murah, lalu sebagian rusak sebelum sempat dimasak, akhirnya malah mubazir.


Jadi sekarang aku lebih mempertimbangkan berapa banyak yang benar-benar akan digunakan.


Tidak perlu terlalu banyak hanya karena harganya sedang murah.


Jadi, Mana yang Lebih Hemat?


Kalau ditanya memasak di rumah atau membeli makanan, menurutku memasak di rumah bisa lebih hemat jika bahan dibeli sesuai kebutuhan dan benar-benar digunakan.


Namun, membeli makanan sesekali juga tidak otomatis berarti boros.


Semuanya kembali pada bagaimana kita mengatur pengeluaran.


Bagiku, yang paling penting bukan memaksa diri untuk selalu memasak atau melarang diri membeli makanan.


Aku lebih memilih mencari keseimbangan.


Ada waktunya memasak.


Ada waktunya membeli.


Ada waktunya menghabiskan stok makanan yang masih ada di rumah.


Dan ada waktunya juga menikmati makanan yang memang sedang ingin dimakan.


Karena hidup hemat menurutku bukan berarti harus selalu mencari pilihan paling murah.


Hemat adalah belajar menggunakan uang dengan sadar, membeli sesuai kebutuhan, dan tidak membiarkan makanan maupun uang terbuang percuma.


Sebagai working mom, aku juga masih belajar menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.


Tidak selalu berhasil.


Tetapi sedikit demi sedikit, aku mulai tahu kebiasaan mana yang membuat pengeluaran lebih terkontrol dan mana yang ternyata hanya membuat uang keluar tanpa terasa.


Dan mungkin setiap keluarga punya cara yang berbeda.


Yang penting, kita menemukan cara yang paling cocok dengan kondisi rumah masing-masing. ❤️



Komentar