Kebiasaan Kecil yang Aku Ajarkan kepada Anak Sejak Dini

 



Sebagai ibu, aku sering merasa bahwa mengajarkan sesuatu kepada anak tidak harus selalu melalui kegiatan yang besar. Justru dari hal-hal kecil yang dilakukan setiap hari, anak perlahan mulai belajar dan memahami.


Anakku sekarang masih 2,5 tahun, jadi tentu saja belum semuanya bisa dilakukan sendiri. Aku masih sering mendampingi dan mengingatkan. Tapi ada beberapa kebiasaan sederhana yang mulai aku kenalkan sejak dini.


1. Belajar merapikan barang


Kalau selesai bermain, aku mulai mengajaknya membereskan mainannya. Memang belum selalu rapi seperti yang kita inginkan. 😄 Kadang baru memasukkan satu atau dua mainan, setelah itu malah pergi mengambil yang lain.


Tapi aku tetap mengajaknya.


Menurutku, tidak masalah kalau hasilnya belum sempurna. Yang penting dia mulai mengenal bahwa setelah bermain, barang-barang dikembalikan lagi ke tempatnya.


2. Ikut beres-beres di rumah


Anakku juga terkadang penasaran ketika aku sedang melakukan pekerjaan rumah.


Daripada hanya melarang karena takut berantakan, sesekali aku membiarkannya ikut membantu dengan hal-hal sederhana yang aman untuk usianya.


Dia terlihat senang ketika merasa ikut melakukan sesuatu bersama ibunya.


3. Mengenal sayuran


Kalau aku sedang menyiapkan bahan masakan, terkadang dia ikut penasaran.


Pernah juga dia ikut memetik sayuran ketika aku sedang membutuhkannya untuk memasak.


Dari situ aku sekalian mengenalkan nama-nama sayuran yang ada di sekitar kami.


Sederhana memang, tetapi menurutku kegiatan seperti ini membuat anak lebih dekat dengan makanan yang sehari-hari dia lihat.


4. Belajar menyikat gigi


Sejak giginya mulai tumbuh, aku juga mulai mengenalkan kebiasaan menyikat gigi.


Aku menggunakan sikat dan pasta gigi khusus anak, kemudian tetap mendampinginya saat menyikat gigi.


Sekarang dia sudah mulai mengenali rutinitas tersebut meskipun masih perlu dibantu.


5. Belajar berkumur


Aku juga mulai mengenalkan cara berkumur.


Karena masih kecil dan awalnya belum mengerti, aku menggunakan air matang yang biasa diminum di rumah untuk latihan. Pada awalnya tentu saja kadang airnya malah tertelan. 😂


Aku tidak memaksanya. Aku contohkan perlahan sampai dia mulai memahami bahwa air tersebut perlu dikeluarkan setelah berkumur.


6. Belajar lewat bermain


Aku tidak selalu mengajarkan sesuatu dengan cara duduk dan belajar serius.


Kadang dia mencoret-coret buku aktivitas dan worksheet, bermain di papan tulis magnet, bernyanyi, atau berjoget.


Bahkan berenang di kolam renang mainan yang aku beli pun menjadi salah satu kegiatan bermainnya.


Buatku, masa kecil memang waktunya banyak bermain sambil mengenal berbagai hal.


7. Belajar mengucapkan terima kasih dan meminta sesuatu dengan baik


Aku juga berusaha membiasakan kata-kata sederhana dalam kesehariannya.


Misalnya ketika meminta sesuatu, aku mengajaknya mengucapkan kata yang sopan. Kalau mendapatkan sesuatu, aku mengingatkannya untuk mengucapkan terima kasih.


Memang belum selalu berhasil. Namanya juga masih belajar.


Tapi aku percaya kebiasaan baik memang perlu dikenalkan berulang kali.


Tidak Harus Sempurna


Aku sadar bahwa setiap anak memiliki perkembangan dan kebiasaan yang berbeda.


Aku pun tidak selalu berhasil mengajarkan semuanya setiap hari.


Ada hari ketika anak mau diajak bekerja sama, ada juga hari ketika dia lebih memilih bermain dan tidak mau mengikuti apa yang aku minta.


Dan menurutku itu wajar.


Aku hanya ingin mengenalkan kebiasaan-kebiasaan kecil tersebut sedikit demi sedikit, tanpa membuatnya merasa sedang terus-menerus diajari.


Karena bagi anak seusianya, belajar bisa terjadi dari banyak hal.


Dari bermain, membantu ibu, melihat apa yang dilakukan orang di rumah, sampai mencoba sesuatu sendiri.


Mungkin kelihatannya sederhana, tetapi kebiasaan kecil yang dilakukan berulang-ulang itulah yang perlahan menjadi bagian dari kesehariannya. ❤️


Komentar