Sebagai seorang working mom, rasanya dalam sehari itu selalu ada saja yang dikerjakan.
Pagi sudah sibuk dengan urusan rumah dan keluarga. Setelah itu berangkat bekerja, menyelesaikan pekerjaan, berpindah dari satu tempat ke tempat lain, lalu setelah pulang masih ada pekerjaan rumah yang menunggu.
Kadang ketika sudah sampai rumah, rasanya badan memang sudah lelah.
Pernah terpikir juga di kepalaku, “Aku kan seharian sudah banyak bergerak. Berarti hari ini sudah olahraga, dong?”😄
Ternyata setelah mencari tahu lebih banyak tentang aktivitas fisik, jawabannya tidak sesederhana itu.
Ternyata Bergerak Saat Bekerja Tetap Dihitung
Awalnya aku mengira aktivitas fisik itu hanya kalau kita sengaja berolahraga.
Misalnya pergi jalan kaki, berenang, bersepeda, senam, atau melakukan latihan tertentu.
Padahal ternyata tidak begitu.
WHO menjelaskan bahwa aktivitas fisik mencakup gerakan tubuh yang menggunakan energi, termasuk aktivitas saat bekerja, perjalanan, pekerjaan rumah, olahraga, dan kegiatan sehari-hari lainnya.
Jadi kalau selama bekerja aku harus berjalan, berdiri, naik tangga, membawa sesuatu, atau melakukan pekerjaan yang membuat tubuh bergerak, itu tetap termasuk aktivitas fisik.
Berarti selama bekerja tubuhku memang tidak hanya diam.
Dan menurutku, ini penting untuk diketahui karena kadang kita menganggap aktivitas sehari-hari tidak ada hubungannya dengan kesehatan.
Padahal setiap gerakan tetap berarti.
Tapi Kenapa Tetap Beda dengan Olahraga?
Nah, ini yang sebelumnya sering membuatku salah paham.
Kalau aku berjalan karena sedang menyelesaikan pekerjaan, tujuan utamanya tentu bukan berolahraga.
Aku berjalan karena memang harus pergi ke suatu tempat.
Begitu juga ketika berdiri, mengambil barang, atau melakukan pekerjaan lainnya.
Aktivitas tersebut tetap membuat tubuh bergerak, tetapi intensitas dan jenis gerakannya belum tentu sama dengan aktivitas fisik yang sengaja kita lakukan untuk menjaga kebugaran.
Jadi sekarang aku lebih suka melihatnya seperti ini:
Aktivitas saat bekerja tetap merupakan aktivitas fisik, tetapi jangan langsung menganggap bahwa banyak bergerak saat bekerja berarti kebutuhan aktivitas fisik kita sudah pasti terpenuhi.
Setiap orang punya pekerjaan dan tingkat aktivitas yang berbeda.
Ada yang pekerjaannya membuat banyak bergerak.
Ada juga yang sebagian besar waktunya dihabiskan duduk di depan komputer.
Kalau Pekerjaan Lebih Banyak Duduk?
Ini juga menarik.
Sebagai working mom, aku merasa pekerjaan setiap orang tentu berbeda.
Ada yang hampir sepanjang hari berada di depan komputer. Ada yang harus berdiri. Ada yang lebih sering berjalan. Ada juga yang aktivitasnya campur antara duduk dan bergerak.
Kalau pekerjaan lebih banyak duduk, kita perlu lebih sadar untuk tidak terus berada dalam posisi yang sama sepanjang hari.
WHO merekomendasikan orang dewasa untuk membatasi waktu sedentari, yaitu waktu ketika kita banyak duduk atau berbaring saat terjaga. Mengganti sebagian waktu duduk dengan aktivitas fisik, termasuk aktivitas dengan intensitas ringan, tetap memberikan manfaat bagi kesehatan.
Jadi kalau sedang bekerja di depan komputer, aku rasa tidak ada salahnya memanfaatkan kesempatan untuk berdiri atau berjalan sebentar ketika memang memungkinkan.
Tidak harus melakukan sesuatu yang rumit.
Yang penting tubuh tidak terus-menerus berada dalam posisi yang sama.
Lalu, Berapa Banyak Aktivitas Fisik yang Dibutuhkan?
Nah, ini bagian yang menurutku penting diketahui.
Untuk orang dewasa usia 18–64 tahun, WHO merekomendasikan 150–300 menit aktivitas aerobik intensitas sedang per minggu, atau 75–150 menit aktivitas intensitas berat, atau kombinasi keduanya.
WHO juga merekomendasikan aktivitas penguatan otot yang melibatkan kelompok otot utama setidaknya dua hari dalam seminggu.
Mendengar angka tersebut mungkin terasa banyak kalau kita sedang menjalani rutinitas sebagai working mom.
Tapi bukan berarti harus langsung melakukan semuanya sekaligus.
WHO juga menekankan bahwa melakukan aktivitas fisik dalam jumlah berapa pun lebih baik daripada tidak sama sekali, dan orang yang belum aktif bisa memulainya dari jumlah kecil lalu meningkatkannya secara bertahap.
Jadi menurutku tidak perlu langsung berpikir harus olahraga berat.
Kita bisa mulai dari kemampuan dan kondisi masing-masing.
Banyak Bergerak Tetap Bagus
Setelah mengetahui hal ini, aku justru tidak lagi menganggap aktivitas saat bekerja sebagai sesuatu yang tidak berarti.
Kalau pekerjaan membuatku banyak berjalan, ya itu tetap merupakan gerakan tubuh.
Kalau harus naik tangga, berdiri, atau melakukan pekerjaan lain, itu juga tetap termasuk aktivitas fisik.
Tetapi aku juga tidak ingin menggunakan kesibukan bekerja sebagai alasan bahwa aku pasti sudah cukup aktif.
Karena tingkat aktivitas setiap hari bisa berbeda.
Ada hari ketika pekerjaan membuat tubuh lebih banyak bergerak.
Ada juga hari ketika pekerjaan lebih banyak dilakukan sambil duduk.
Makanya sekarang aku lebih memilih melihat keseluruhan aktivitas dalam satu hari.
Tidak Harus Menunggu Punya Banyak Waktu
Ini mungkin bagian yang paling relate buatku sebagai working mom.
Kadang kita berpikir ingin olahraga, tetapi waktu rasanya tidak ada.
Pagi sibuk.
Siang bekerja.
Pulang masih ada urusan rumah dan keluarga.
Kalau menunggu waktu kosong yang benar-benar kosong, bisa-bisa tidak pernah mulai. 😅
Karena itu, aku belajar untuk tidak terlalu memikirkan olahraga sebagai sesuatu yang harus selalu dilakukan dalam waktu lama.
Kalau ada kesempatan untuk berjalan, aku manfaatkan.
Kalau ada kesempatan untuk melakukan aktivitas fisik yang memang sengaja dilakukan sebagai olahraga, aku coba lakukan sesuai kemampuan.
Yang penting tidak berpikir bahwa kalau tidak bisa olahraga lama, berarti tidak ada gunanya sama sekali.
Karena WHO sendiri menyebutkan bahwa setiap aktivitas tetap berarti dan sedikit aktivitas lebih baik daripada tidak melakukan apa pun.
Jadi, Aktivitas Kerja atau Olahraga?
Setelah memahami perbedaannya, sekarang menurutku jawabannya lebih jelas.
Banyak bergerak saat bekerja tetap termasuk aktivitas fisik.
Jadi bukan berarti aktivitas kerja tidak dihitung.
Namun, aktivitas fisik yang kita lakukan saat bekerja tidak selalu sama dengan olahraga atau latihan yang dilakukan secara terencana.
Keduanya bisa menjadi bagian dari gaya hidup yang aktif.
Dan menurutku, kita tidak perlu memilih salah satunya.
Kalau pekerjaan membuat kita banyak bergerak, syukurlah.
Kalau pekerjaan membuat kita lebih banyak duduk, kita bisa mencari kesempatan untuk lebih sering bergerak.
Dan kalau ada waktu untuk melakukan olahraga atau aktivitas fisik yang memang kita nikmati, tentu bisa menjadi tambahan yang baik.
Sebagai working mom, aku juga masih belajar soal ini.
Aku tidak selalu punya waktu untuk olahraga.
Tidak setiap hari bisa aktif seperti yang diinginkan.
Tapi setidaknya sekarang aku lebih sadar bahwa bergerak dalam keseharian itu penting, duduk terlalu lama juga perlu diperhatikan, dan olahraga tidak harus selalu berarti aktivitas yang berat.
Kadang kita hanya perlu mulai dari sesuatu yang sederhana dan realistis.
Karena menjaga kesehatan bukan berarti harus mengubah seluruh rutinitas dalam satu hari.
Sedikit lebih banyak bergerak hari ini sudah lebih baik daripada tidak bergerak sama sekali. ❤️
Catatan: Artikel ini berisi informasi umum dan pengalaman pribadi, bukan pengganti pemeriksaan atau saran dari dokter. Jika memiliki kondisi kesehatan tertentu atau hendak memulai aktivitas fisik dengan intensitas tinggi, sesuaikan dengan kondisi tubuh dan pertimbangkan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Komentar
Posting Komentar