Cara Mengatur Keuangan untuk 2 Dapur Saat LDM




Menjalani LDM ternyata bukan hanya soal harus terbiasa berjauhan dengan pasangan. Ada hal lain yang juga perlu dipikirkan, yaitu urusan keuangan.


Ketika suami dan istri tinggal di tempat yang berbeda, kebutuhan rumah tangga tentu tidak berhenti hanya karena sedang berjauhan. Ada kebutuhan di rumah tempat aku tinggal, sementara di tempat suami juga tetap ada pengeluaran yang harus dipikirkan.


Itulah yang kadang membuatku harus lebih pintar mengatur uang.


Bukan karena pengeluaran kami selalu besar, tetapi karena ada dua dapur yang harus tetap berjalan.


Dua Dapur, Dua Kebutuhan


Kalau tinggal bersama, mungkin lebih mudah menentukan uang belanja karena semuanya berada dalam satu rumah. Saat LDM, kondisinya berbeda.


Ada kebutuhan makan dan rumah tangga di tempatku tinggal. Di sisi lain, suami juga mempunyai kebutuhan sehari-hari di tempatnya.


Awalnya aku sempat merasa bingung bagaimana membaginya.


Kalau tidak diperhatikan, pengeluaran kecil bisa muncul dari berbagai arah. Belanja bahan makanan sedikit, membeli kebutuhan rumah, membayar tagihan, lalu ada pengeluaran lain yang tidak direncanakan.


Kelihatannya kecil kalau dilihat satu per satu.


Tapi kalau dikumpulkan, ternyata lumayan juga.


Dari situ aku mulai belajar untuk tidak hanya melihat uang yang masih tersisa di rekening, tetapi juga memikirkan uang tersebut sebenarnya sudah memiliki tujuan untuk apa.


Aku Mulai Membagi Uang Berdasarkan Kebutuhan


Sekarang aku berusaha membagi uang berdasarkan kebutuhan terlebih dahulu.


Misalnya untuk kebutuhan dapur di tempatku, kebutuhan di tempat suami, tagihan, tabungan, dan dana untuk keperluan yang tidak terduga.


Aku tidak selalu menggunakan angka yang sama setiap bulan karena kebutuhan juga bisa berubah.


Ada bulan ketika kebutuhan rumah lebih banyak. Ada juga bulan ketika pengeluaran bisa lebih sedikit.


Jadi aku berusaha menyesuaikannya daripada memaksakan pembagian yang sama setiap bulan.


Yang paling penting, sebelum uang digunakan untuk hal lain, aku sudah mengetahui bagian mana yang memang harus disiapkan untuk kebutuhan masing-masing.


Belanja Dapur Sebisa Mungkin Sesuai Kebutuhan


Untuk urusan dapur, aku juga mulai belajar supaya tidak terlalu sering membeli sesuatu hanya karena terlihat menarik.


Kalau sedang belanja, aku mencoba melihat dulu apa yang masih tersedia di rumah.


Kadang kita merasa tidak punya bahan makanan, padahal setelah membuka kulkas dan lemari dapur, ternyata masih ada beberapa bahan yang bisa diolah.


Daripada membeli lagi, lebih baik aku habiskan yang sudah ada.


Selain membuat pengeluaran lebih terkontrol, bahan makanan juga tidak terbuang percuma.


Aku juga lebih suka membeli bahan yang memang sudah tahu akan dimasak daripada memenuhi kulkas dengan terlalu banyak bahan.


Pengeluaran Kecil Jangan Diabaikan


Dulu aku sering berpikir, “Ah, cuma segini.”


Tapi ternyata pengeluaran kecil yang dilakukan berkali-kali bisa menjadi besar juga.


Membeli sesuatu karena sedang ingin, pesan makanan karena sedang malas memasak, atau membeli barang kecil yang sebenarnya belum terlalu dibutuhkan.


Kalau hanya sekali mungkin tidak terasa.


Masalahnya kalau dilakukan berkali-kali.


Sekarang sebelum mengeluarkan uang, aku mencoba bertanya kepada diri sendiri:


“Ini memang perlu atau cuma sedang ingin?”


Kalau ternyata masih bisa ditunda, biasanya aku pilih menundanya.


Tidak selalu berhasil, sih. Namanya juga manusia. 😄


Tapi setidaknya sekarang aku lebih sering berpikir sebelum membeli.


Aku Berusaha Tetap Menyisihkan Uang


Walaupun sedang mengatur kebutuhan dua dapur, aku tetap berusaha menyisihkan sebagian uang untuk tabungan dan keperluan mendadak.


Menurutku, bagian ini cukup penting karena kita tidak pernah tahu kapan ada kebutuhan yang tiba-tiba muncul.


Misalnya ada barang rumah tangga yang rusak, kebutuhan anak, keperluan perjalanan untuk bertemu pasangan, atau pengeluaran lain yang sebelumnya tidak masuk dalam rencana.


Kalau semua uang sudah habis untuk kebutuhan rutin, tentu akan lebih sulit ketika ada pengeluaran mendadak.


Karena itu, sebisa mungkin aku tidak menggunakan seluruh uang yang tersedia untuk belanja dan kebutuhan sehari-hari.


Mencatat Pengeluaran Membantuku Lebih Sadar


Aku juga mulai membiasakan diri memperhatikan pengeluaran.


Tidak harus menggunakan pencatatan yang rumit.


Yang penting aku tahu uang keluar untuk apa.


Kadang ketika melihat kembali pengeluaran selama beberapa hari, baru terasa bahwa ternyata ada beberapa hal yang sebenarnya bisa dikurangi.


Dari situ aku bisa mengevaluasi.


Bukan berarti harus pelit kepada diri sendiri, tetapi lebih kepada mengetahui mana yang benar-benar penting dan mana yang sebenarnya bisa ditunda.


LDM Mengajarkanku Lebih Bijak Mengatur Uang


Menjalani dua dapur memang membutuhkan penyesuaian.


Apalagi kebutuhan setiap rumah tidak selalu sama.


Tapi dari situ aku justru belajar bahwa mengatur keuangan bukan hanya tentang berapa banyak uang yang kita punya.


Menurutku, yang tidak kalah penting adalah bagaimana kita mengatur uang tersebut supaya cukup untuk kebutuhan yang memang harus dipenuhi.


Aku juga tidak ingin membuat hidup terasa terlalu penuh dengan perhitungan.


Sesekali tentu tetap ingin membeli sesuatu yang disukai, makan makanan favorit, atau melakukan hal yang membuat hati senang.


Hanya saja, sekarang aku berusaha melakukannya setelah kebutuhan utama sudah diperhitungkan.


Karena saat menjalani LDM, aku sadar bahwa uang bukan hanya digunakan untuk satu rumah dan satu kebutuhan.


Ada dua tempat yang harus tetap berjalan, ada keluarga yang harus dipikirkan, dan ada masa depan yang juga ingin kami persiapkan bersama.


Jadi sedikit demi sedikit, aku belajar mengatur semuanya dengan cara yang paling sesuai dengan kondisi keluarga kami.


Mungkin caraku belum sempurna.


Tapi setidaknya sekarang aku tidak lagi membiarkan uang berjalan begitu saja tanpa tahu ke mana perginya.


Karena menurutku, hidup hemat bukan berarti tidak boleh menikmati hasil kerja. Hidup hemat adalah belajar menentukan mana yang perlu didahulukan, supaya kebutuhan hari ini tetap terpenuhi tanpa melupakan kebutuhan untuk hari esok. ❤️



Komentar